Suatu sore, sambil menunggu seorang pencuri, saya membaca komentar-komentar dari orang-orang yang tidak terlalu jelas << iya, bahkan kalimat ini pun tidak jelas.
Dari kegiatan itu saya melihat beberapa orang yang mengalami kesulitan dalam membuktikan eksistensi dan kemahakuasaan Allah.
Saya pun merasa terpanggil untuk berbagi rasa. Berbagi sedikit ide untuk membuktikan bahwa Allah ada, masih sehat, masih kuat dan masih Maha Kuasa.
Berikut ini dua contoh saja, gratis, untuk penerapannya silakan disesuaikan dengan kenyataan hidup dan kualitas iman masing-masing.
Cara A, pertaruhkan dan serahkan segalanya:
Misalnya anda adalah seorang trader forex. Silakan pertaruhkan semua modal anda sedemikian rupa hingga dengan pergerakan harga sedikit saja akan terjadi untung buwesar, atau kalau sial langsung margin call. Ingat, “imanmu yang menyelamatkanmu”. Buktikan anda beriman, ambil langkah pertama menujuNya dengan memasrahkan segala yang anda punya. Setelah itu berdoa, mohonlah pada Allah, agar beliau, dengan segala kemahakuasaannNya memastikan harga bergerak ke arah yang menguntungkan anda.
Oh iya, konon doa susah terkabul kalau tidak dibantu usaha keras. Maka itu anda perlu tambahkan kerja keras secukupnya. Pandangi grafik pergerakan harga dengan sangat keras sambil menentukan buy atau sell. Nanti, setelah mata mulai pedih, atau kapan pun anda merasa cukup, ambilah keputusan dengan yakin lalu serahkan hasilnya pada yang diatas.
Jika ternyata hasilnya untung beliung, silakan ulangi ritual secukupnya untuk memastikan bahwa kejadian itu bukan sekedar kebetulan. Setelah merasa kekayaan anda sama atau malah lebih dari Soros (tapi jangan terlalu rakus) maka jelas sudah, bahwa keberadaan dan kemahakuasaan Allah tidak dapat diragukan lagi.
Cara B, ini memanfaatkan masalah emosional:
Misalnya anda punya sedikit masalah dalam asmara. Sudah lama ditinggal kekasih, tapi pedihnya tidak sembuh-sembuh. Sudah lari kesana-kemari sampai menyakiti banyak hati, tapi perihnya bukan hilang malah makin mencekam. Nah, ini bisa digunakan untuk membuktikan kekuasaan Allah.
Mintalah dengan sopan pada Allah agar mencabut pedih di hati anda itu, secara instan, sekarang juga. Jika perlu, sekalian mohon agar beliau menggerakkan semua hati yang pernah anda sakiti untuk memaafkan anda.
Sebelum berdoa, tarik napas sepanjang yang anda bisa, lalu hembuskan sepelan yang anda mampu. Sebisa mungkin napas keluar lebih panjang dari napas yang anda hisap. Ulangi terus sampai hampir bosan. Kemudian berdoalah dengan santun, dengan bahasa yang anda mengerti (jangan bahasa alien). Setelah berdoa, meskipun anda minta agar dikabulkan secara instan, tunjukkan kasih anda dengan menunggu beberapa detik.
Jika ternyata kemudian perihnya hilang, semua amarah sirna, tiba-tiba anda mampu menerima kenyataan dengan penuh kasih, dapat memahami tindakan orang yang membuat perih itu dan memaafkannya… Maka terbukti sudah, ternyata Allah memang benar-benar ada dan sangat amat Maha Kuasa sekali.
. . . . . . . . .
TAPI, bagaimana jika pada cara A ternyata hasilnya buntung beliung? Atau pada cara B, ternyata perihnya tetap bercokol dan malah semakin sumpek dan sulit bernafas? Ya untuk itu saya tawarkan beberapa kemungkinan:
- Allah ada, baik-baik saja, hanya saja tak mampu mendengar permohonan anda / permohonan anda kurang terdengar. Silakan ulangi doa anda dengan manfaatkan pengeras doa dari rumah ibadah terdekat. Tambahkan amplifier super jika diyakini perlu.
- Anda kurang tulus dalam memohon, dalam hati anda terlalu meragukan eksistensiNya, Allah yang tak suka diragukan jadi tak sudi mengabulkan permintaan anda.
- Allah masih ada, masih Maha Kuasa, tapi beliau hanya mau menunjukkan kuasanya pada orang tertentu saja yang terpilih / merasa terpilih.
- Allah masih ada, tapi tak lagi / sedang tidak Maha Kuasa.
- Allah sudah tidak ada.
Silakan dipilih salah satu yang cocok. Kalau tidak ada ya silakan buat sendiri. :)
Sekian.
Selamat mencoba. Selamat membuktikan. Selamat beriman.


Opsi yg lain: doanya dikabulkan, tapi delay (entah berapa lama delay-nya) nyampenya.
Secara doanya menggunakan timeframe, kalo keluar dari itu ya namanya tidak dikabul dong.
membuktikan kemahakuasaanNya cuma segitu?
.
selamat juga untukmu ^^
Ya seperti kelihatannya, segitu. Kalau kurang ya silakan menambahkan :)
“Ya Allah ampunilah hambamu yang hina ini”