Suatu sore, sambil fesbukan dan browsing tak tentu arah, saya sekilas memperhatikan debat antara mereka yang membela dan menghujat kriminal religius (para peledak bom). Sebagai hasil dari membelanjakan waktu untuk itu, saya menangkap beberapa poin sebagai berikut:
- Ada pembiaran yang sengaja berlarut-larut. Dipermukaan ada drama-drama dimana kriminal religius diburu dan dibunuhi. Dibalik itu, para pemuka agama yang mendukung paham kebencian dibiarkan terus merekrut murid baru.
- Aksi memburu penjahat religius selalu menyita perhatian rakyat. Bom, kekerasan dan kebencian atas nama agama segera memenuhi seluruh slot berita. Kadang hingga berhari-hari TV isinya itu-itu saja. Penonton pun lupa sama yang lain sebelum kembali sadar untuk melanjutkan nonton sinetron.
- Ada masalah ekonomi. Disebabkan antara lain oleh kebijakan-kebijakan yang memiskinkan, korupsi dan obral berbagai aset negara yang dilakukan dengan semena-mena demi kesejahteraan orang-orang tertentu saja.
- Ada pembodohan sistematis dimana sejak kecil manusia Indonesia dikotak-kotakan berdasarkan agama, dipersiapkan untuk jadi agen disintegrasi. Sebagian terpilih diajarkan pengkafiran dan rasa paling benar sendiri, hingga lebih mudah diajak membunuh golongan liyan.
- Ada orang-orang yang merasa agamanya terus saja dizalimi. Rasa terzalimi terus ini dipupuk sedemikian rupa sampai tahap dimana mereka bisa mencari pembenaran atas terbunuhnya pihak-pihak yang bahkan tidak ada kaitannya.
- Ada orang-orang yang terus diam, tidak peduli pada apapun yang terjadi. Selama kenyamanan mereka tidak terusik secara langsung, mereka tak ambil pusing.
- Ada import budaya, doktrin dan cara pikir tanpa filter. Dari Arab. Dari USA. Dari India. Juga dari mana-mana termasuk Cina.
- Ada masalah lain yang sebenarnya cukup serius. Tapi tak mendapat perhatian layak. Mulai dari satwa yang hampir punah, pembalakan hutan demi kekayaan keluarga tertentu, penambangan gila-gilaan yang uangnya entah kemana, lenyapnya bibit petani, mahal dan berbahayanya produk pendukung pertanian, buah impor yang mengandung zat mengerikan, pembungkaman dan penghilangan semena-mena, aksi dumping membunuhi industri lokal, pejabat yang bekerja untuk kepentingan asing, dll yang semuanya lenyap tak terbahas oleh media yang kompak sibuk membahas mampusnya penjahat dalam toilet.
- Ada ajaran tentang kenikmatan luar biasa dibalik kematian, yang bisa didapat sebagai imbalan dari memperjuangkan kelangsungan hidup dan kejayaan ajaran agama.
Baru dapat poin segitu saja, pikiran saya langsung tergoda mengarang teori konspirasi…
Tapi kok ternyata masih bingung. Mungkin karena jarang dilatih berpikir, jadi sulit membuat keterkaitan antara poin-poin diatas. Mungkinkah ada poin yang tak tercatat? Mungkin anda punya tambahan fakta supaya gambarnya jadi lebih jelas? Jika anda sudah melihat keterkaitannya, sudikah anda berbagi dan mengajari saya untuk melihat lebih dalam?
Kalau anda terlalu malu atau kurang percaya diri ya tidak usah diungkapkan pun tak apa. Terpikir saja itu sudah cukup. Berarti tujuan tulisan ini hampir tercapai ;)
Terimakasih.
Salam Indonesia!


Blm bisa ngajarin situ Guh…..
Saya cuma tergelitik untuk bertanya:
sejauh yang situ tau, mereka orang2 yang merasa agamanya dizalimi, menurut mereka siapa sih yg menzalimi mereka? Trus alasan penzaliman itu apa?
Trims.
Pertanyaan sulit, saya coba soktau menjawabnya
Sedekat yang saya tau, yang dianggap menzalimi adalah siapapun yang dianggap membenci, menyabot, merusak, mengganggu agamanya. Kezaliman yang tidak diniatkan untuk mentarget agama pun bisa dianggap menzalimi agama jika kebetulan korbannya menganut agama yang selabel dengan pihak-pihak yang merasa terzalimi… dan diekspos sedemikian rupa. Kalau tidak diekspos ya biasanya tidak jadi masalah dan ga ada yang terlalu peduli.
Alasan penzaliman saya tak tahu pasti. Mungkin itu karena rasa takut akan masa depan yang tak pasti. Rasa takut itu mendorong mereka mengamankan kekuasaan/menguasai sumber daya alam/manusia untuk membuatnya terasa lebih terjamin.
trims juga.
Maksudnya paranoid gitu ya?
Saya tidak tahu apakah itu bisa dianggap paranoid. Bukankah kita semua punya rasa takut yang memicu untuk cari aman?