Post kali ini tentang sebuah buku religius yang saya dapatkan dari Ibu Tanty. Sepertinya ini buku lama, tapi saya memang baru tahu.
Dalam kata pengantarnya, Saim Bakar sang penulis mempersembahkan buku ini untuk:
my Christian brothers Osama bin Laden, the very Christian Imam of the Grand Mosque at Mecca, the Christian Shiah Ayatollahs of Iran, the very Christian Aga Khan and the Ismailis, the Christian Qadiani brothers and the Christian Ahmadiya brothers, the very Christian Tareqah and Christian Sufi brothers, the perfectly Christian Tablighi and the almost one billion other Ahlus Sunnah Wal Jamaah and Shiah people throughout the world who have been duped into being Christians. They think they are Muslim but for over a thousand years they have actually been practising Christianity.
Sebuah pernyataan yang sekaligus tuduhan bahwa mereka semua dia anggap telah menjalankan ajaran kristiani. Dan buku ini memang dia buat untuk menjelaskan tuduhan-tuduhannya tersebut. Baru membaca kata pengantarnya, jika anda orang yang Indonesia banget, yang lama tinggal disini yang terbiasa dengan kebinekaan pasti langsung risih dengan gaya bahasa yang arogan dan terkesan merendahkan keyakinan orang lain. Saya juga langsung menghakimi Pak Saim ini sebagai “ga cocok tinggal di Indonesia”. Arogansinya tampak mirip sekali dengan para tukang dakwah yang sering nangkring di mimbar sambil melemparkan julukan kafir pada pihak-pihak yang beda keyakinan. Kehadiran orang macam Saim di RI hanya akan menambah varian baru virus pemecah belah bangsa. Tapi rasa penasaran saya ternyata lebih kuat. Provokasinya untuk “jangan membabibuta mengikuti warisan tradisi leluhur” memang membuat penasaran, apalagi dia selalu menyertakan ayat Qur’an tanpa mutilasi sebagai pembenaran. Jadi sebelum melemparnya ke recycle bin, saya pikir tak ada salahnya membaca argumen Pak Saim. Poin-poin menarik yang saya temukan:
- Ide tentang Akidah, yang sering dipakai sebagai pembakar semangat “saya lebih suci dan lebih dari kamu”, menurutnya tidak ada dalam Quran, tapi diambil dari ajaran YAHUDI. Bisa disimak di Bab 2.
- Hukuman mati bagi orang Murtad, diambil dari Injil Leviticus 24:16, Deuteronomy 13:5 dan Deuteronomy 13:6-10. Ini bertentangan dengan Quran 4:137 yang secara implisit menyatakan bahwa manusia bisa bolak-balik keluar-masuk iman. Saya lihat di 4:140, Tuhan sendiri yang akan mengumpulkan para hipokrit dan disbeliever di neraka. Ini dibahas di BAB 3.
- Hukuman lempar batu sampai mampus bagi pelaku zinah adalah ajaran Injil Deuteronomy 22:23-24 dan Leviticus 20:10. Itu cukup bertentangan dengan Quran yang ternyata tidak sesadis Injil. Di surat 24:2, para pezinah cukup dicambuki saja 100 kali sambil ditonton satu grup orang beriman.Menurut pak Saim, aksi lempar batu memang tercatat ada 5 kali dalam Quran, tapi semuanya dilakukan oleh orang-orang kafir. Ada sih hujan batu, tapi itu dilakukan Allah dan Dia kan tidak termasuk orang beriman. Pak Saim mengklaim bahwa Quran memang TIDAK mengajarkan muslim untuk melempari sesama manusia dengan batu. Dari BAB 4.
- Kenapa ajaran Muhammad tidak sejalan dengan beberapa ajaran dari Injil sadis dari kitab-kitab sebelumnya? Ini dijelaskan di BAB 5. Beberapa dari opini di akhir post terinpirasi oleh BAB ini.
- Ulama mengajarkan prostitusi, pedofilia, perzinahan dan prilaku seksual tak bermoral. Ini memang pemilihan judul bab yang agak sadis. Dalam BAB 6 ini pak saim berargumen menentang nikah mutaa, poligami dan hadis-hadis yang membuat nabi tampak seperti pedofil dan maniak seks. Di bab ini saya terpingkal saat pak Saim saat menggunakan Quran 5:60 sebagai pembenaran. Sebelumnya saya agak bingung membayangkan bagaimana jadinya jika Allah mengutuk orang jadi monyet dan babi trus melayani setan, sekarang saya jadi bisa membayangkan… dan mungkin akan sering sekali terbayang-bayang. Sebaiknya anda tidak usah baca bagian itu agar tidak senyum-senyum sendiri saat berinteraksi dengan oknum-oknum termaksud. Sepertinya bisa berbahaya.
- Ibrabim yang mengorbankan anak itu cerita palsu. Argumen menarik, mendukung kecurigaan saya yang sulit percaya bahwa Ibrahim bisa bertindak sadis hanya disebabkan sebuah mimpi. BAB 7.
- Tentang cap halal dan haramisasi, juga kebencian terhadap anjing yang ternyata tidak sejalan dengan Qur’an, BAB 8.
- BAB 9 ini menarik: SUNAT/KHITAN itu ajaran Injil BUKAN ajaran Quran. Quran TIDAK memerintahkan orang beriman untuk merusak alat kelamin, justru dalam surat 64:24 Allah mengklaim bahwa desain penciptaan manusia sudah sempurna. Logika saya juga begitu, apa mungkin Allah melupakan sesuatu saat dia mendesain alat kelamin? Tapi bagi anda yang tidak percaya pada klaim Allah dalam Quran, mungkin karena curiga Allah bohong, maka anda dapat mengikuti Injil kitab-kitab yang mengajarkan sadisme seperti itu. Mencacat alat kelamin memang sesuai ayat Gen 17:14.13, Gen 17:24.16, Gen 17:25.18 dan Exod 4:25.11. Malah kata pak Saim, dalam Bukhari Volume 4, Buku 55, Nomor 575 diceritakan bahwa Ibrahim menyunat dirinya sendiri pada usia 80 tahun dengan KAMPAK. Rrrr… 80 tahun… kampak… hmm…
- BAB 10 dan 11 isinya fokus menyerang hadis, khususnya buatan Bukhari. Banyak banget argumennya. Saya yang memang lebih percaya pada Quran daripada hadis agak malas membacanya.
- Quran menentang perbudakan. Jika teman anda menyangka Quran mendukung perbudakan, anda bisa baca paparan Pak Saim di bab 12 ini, sebelum menjelaskan pada teman yang sudah salah sangka pada Quran itu.
Uhh.. Anda pasti mulai lelah membacanya, saya juga mulai lelah untuk terus mengetik. Sebenarnya masih banyak hal menarik yang menurut Saim tak diajarkan (sering malah bertentangan dengan) Quran tapi diambil dari Injil kitab-kitab lain dan dipaksakan pada umat. Mulai dari sentimen negatif terhadap wanita yang sedang mens, soal patung, memelihara jenggot, kata-kata amin, kebiasaan menggantung tulisan suci, zakat yang jadi pungutan mengatasnamakan agama, ahlul bayt, sampai palsunya perang Jamal dan Siffin. Oh iya, JILBAB!! Soal jilbab/hijaab itu juga dibahas di bab terakhir (BAB 23), dikatakan sebagai ajaran dari Injil Corinthians. Tapi silakan anda baca sendiri saja jika memang punya waktu. Link download ada di akhir tulisan ini. Sekarang, HIKMAH apa yang saya dapat dari baca buku itu?
- Ajaran Muhammad itu memang revolusioner. Tuduhan bahwa ajaran beliau hanya copy paste dari kitab-kitab sebelumnya ternyata tidak benar. Setidaknya dalam beberapa topik yang disajikan dalam buku Saim Bakar ini, tergambar bagaimana Quran ternyata jauh lebih manusiawi dari ajaran-ajaran sadis sebelumnya.
- Seorang revolusioner akan mengajak umat manusia untuk semakin beradab dan meninggalkan ajaran-ajaran yang telah usang, tapi begitu sang pemberontak mati, pihak-pihak ingin yang ingin membuat manusia kembali pada ajaran-ajaran kadaluarsa akan menggunakan segala cara. Termasuk menyusup dan melakukan “pembusukan dari dalam”. Hal ini sudah diperingatkan dalam Quran ayat… euh, lupa. Maklum saya jarang pakai Quran sebagai pembenaran, silakan cari sendiri saja yaa. Sekalian biar anda baca Quran :P
- Menyampaikan pesan sebaiknya dengan cara yang santun. Jika ditulis dengan nada melecehkan, yang baca males, yang dikritisi apalagi, mungkin malah sakit hati. Pesan pun bisa gagal tersampaikan. Cara menulis pak Saim ini rentan memicu permusuhan daripada pencerahan.
- Ternyata banyak faham berbeda, bahkan dalam satu label agama yang sama. Memaksakan agama pada orang lain adalah aksi konyol dan hanya menimbulkan perselisihan. Sampaikan apa yang menurut kita benar, jelaskan, tapi tak perlu memaksa. Aksi nyata terhadap sasaran sebaiknya hanya dilakukan jika dia sudah melanggar hukum negara.
Akhirnya, buku ini tidak jadi saya lempar ke recycle bin. Tapi justru masuk box.net agar bisa anda download dan simak sendiri. Saya rekomendasikan buku ini untuk dibaca. Ini bisa jadi bekal anda berargumen, siapa tahu suatu saat ada orang yang berusaha memaksa anda untuk mengikuti ajarannya yang katanya ajaran Islam, padahal yang dia paksakan itu adalah ajaran dari Injil YAHUDI, dan bertentangan pula dengan Quran. Saya jadi ingat pada seorang teman yang dengan jumawa mengatakan bahwa “orang Islam yang baik itu HARUS disunat, yang tidak disunat berarti BUKAN orang Islam yang baik!” Baca buku ini saya baru sadar bahwa si teman itu sedang memanipulasi orang-orang untuk melaksanakan ajaran Injil YAHUDI dengan mengatasnamakan Islam. Sialnya, orang tua saya pernah jadi korban manipulasi seperti itu, hasilnya hidup kali ini harus saya jalani dengan penis terkupas… haha. Ok, sebelum jadi semakin vulgar, mari kita akhiri tulisan ini. Yang berani baca silakan download… Mungkin setelahnya anda bisa berbagi opini/link untuk pendapat yang kontra maupun mendukung Pak Saim. Download gratis PDF versi Inggris: MY JOURNEY FROM THE CHRISTIANITY OF AHLUL SUNNAH WAL JAMAAH TO THE ISLAM OF THE PROPHET Download gratis PDF versi Indonesia: PERJALANANKU DARI KRISTIANI AHLUL SUNNAH WAL JAMAAH MENUJU ISLAM YANG DIBAWA OLEH NABI SARAN SERIUS:
- Sebelum membaca buku ini sebaiknya baca dulu Distortion and Conformity-nya Geddoe. Pendek dan berbahasa indonesia kok. Selain sebagai pemanasan dan pembuka wawasan, juga bisa memberi anda gambaran bagaimana caranya menyampaikan sesuatu dengan sopan :)
- Membaca apapun, selalu gunakan otak dan kritis. Ikutilah anjuran Quran untuk tidak mengikuti kata orang begitu saja, jangan beriman buta dan selalu gunakan akal dan berpikir.
UPDATE
- 090814: Berdasarkan penjelasan Mas Dewo disini dan disini, maka kata “Injil” saya coret semua. Katanya, bahkan umat Kristen pun sudah meninggalkan ajaran-ajaran dari kitab-kitab Yahudi itu.
- 091027: Melengkapi info update sebelumnya, menurut Mas Dewo, bukan hanya Kristen yang sudah meninggalkan ajaran-ajaran suci tapi bengis itu, tapi Yahudi juga sudah :) Sekalian menambahkan link ke arah blog Pak Saim yang ternyata sudi tersummon.


Salamun alaikum,
Bagus sekali book review nya. Seandainya saya yang menulis, rasanya tidak akan sebagus dan selengkap ini. Bravo! I’m impressed!
Wassalam
Salam juga Bu Tanty. Terimakasih juga. Tapi sebenarnya bukan sebatas pujian yang saya harapkan. Tulisan ini masih membuat pihak-pihak tertentu merasa terdiskreditkan, mungkin kalau ada saran untuk penyampaian yang lebih cantik akan baik sekali.
Pohon dilihat dari buahnya. Pohon yg baik akan menghasilkan buah yg baik. Demikian juga dengan agama.
Oh iya, ada sedikit catatan utk Mas Guh, bahwa Mas Guh salah mengartikan “Injil” dengan ayat2 yg dikutip dari Alkitab. Ayat-ayat yang dikutip dari Alkitab tersebut terdapat dalam Kitab Suci Perjanjian Lama. Sedangkan “Injil” artinya adalah “Kabar Gembira” yang merupakan kumpulan kitab dalam Kitab Suci Perjanjian Baru.
Keduanya berbeda namun merupakan kesatuan utuh kisah Kasih Allah kepada umat manusia. Alkitab akan sangat menarik jika dipelajari dengan penuh kasih. Semoga buku tersebut tidak menambah distorsi pembacanya.
Salam.
Kebetulan saya pernah bergaul dengan pepohonan Mas, saya lihat di alam nyata, pohon sebaik apapun, walau kebanyakan buahnya cantik, tetap ada beberapa biji yang ancur. Mungkin demikian juga dengan agama, sebaik apapun (mungkin) ajarannya, tetap ada segelintir umat yang bertingkah busuk dengan mengatasnamakan agama. Tapi.. ya kalau hampir semua buahnya busuk, si pohon memang harus dicurigai, mungkin memang pohon busuk, atau… sedang dibusukkan oleh sesuatu.
Terimakasih untuk kritik yang mencerahkan. Jadi sebaiknya saya tulis gimana? Apakah kata Injil sebaiknya diganti dengan “ayat-ayat dari Perjanjian Lama”? Satu lagi pertanyaan, apakah benar bahwa ajaran ayat-ayat terkutip dibuku itu, yang oleh para oknum ulama Islam juga sering dipaksakan pada orang Islam sudah tidak dilaksanakan lagi oleh umat kristiani saat ini?
Setuju Mas. Apapun itu kalau dipelajari dan ditanggapi dengan penuh kasih bisa jadi menarik, tidak hanya alkitab, tapi juga blog ini, hihi. Lihatlah Mas Dewo menanggapi tulisan ini dengan penuh kasih, lalu dengan kasih berusaha meluruskan distorsi :) hehe.
Salam.
Hallo lagi Mas Guh.
Terima kasih juga.
Mas Guh bisa saja langsung menuliskannya sebagai: Kitab Genesis (Kejadian), Kitab Keluaran, Ulangan, Bilangan, Imamat, dst. Tetapi tidak bisa digantikan secara langsung sebagai “Injil”.
Kemudian daku juga harus menjelaskan bahwa banyak orang (penulis & pengkritik Kristen) yang rancu antara PL (Perjanjian Lama) dengan PB (Perjanjian Baru). PL yang di dalamnya ada Kitab Kejadian, Keluaran, dst sebenarnya adalah Kitab Taurat (Torah) yang menjadi kitab bagi agama Yahudi.
Sedangkan agama Kristen muncul setelah Yesus Kristus memberitakan Injil (Kabar Gembira). Makanya disebut sebagai Kristen alias pengikut Kristus. Kabar Gembira ini dituliskan oleh para rasul yang kemudian menjadi Kitab Suci Perjanjian Baru.
Memang benar adanya bahwa Agama Kristen/Katolik menggunakan kedua kitab ini sebagai kitab sucinya (Alkitab). Karena memang Alkitab adalah catatan kisah kasih Allah kepada manusia. Kedua kitab ini saling meneruskan, sejalan dan tidak bertentangan. Kisah kehidupan Yesus Kristus dan misi-Nya telah dinubuatkan dalam PL dan digenapi secara lengkap di PB.
Jadi daku cukup geli ketika penulis buku tersebut mengklaim para tokoh di atas sebagai “saudara Kristiani” (Christian Brother) karena jika demikian halnya, maka seharusnya ayat2 yg dikutip adalah kitab Perjanjian Baru yang tidak lain adalah kisah keselamatan yg dilakukan oleh Yesus Kristus. Kalau mengacunya pada PL, maka seharusnya ditulis sebagai “saudara-saudara Yahudi.”
Terima kasih karena kita sepakat atas beberapa hal. Sejatinya memang semua harus ditanggapi dengan kasih. Karena itulah intisari ajaran Yesus Kristus. Hehehe…
GBU
Oh iya, ada yg kelewatan untuk dijawab:
Tentu saja kebanyakan sudah tidak. Contohnya tentang hukuman rajam. Ketika kepada Yesus dihadapkan seorang pelacur wanita yg akan dihukum rajam oleh masyarakat, maka apa jawaban Yesus?
Yesus menjawab: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melempar batu kepada perempuan itu.”
Dan banyak lagi ajaran yang menjadi tidak relevan ketika kehadiran Yesus seperti sunat, kawin-cerai, dll. Ah, sudah kepanjangan nih komenku. Maaf ya Mas, daku malah jadi cerewet di sini.
GBU
Ok, segera saya koreksi Mas.
Mengerikan jika yang anda bilang benar, bahwa kristen pun sudah meninggalkan ajaran-ajaran itu… Berarti orang-orang yang tiap hari berteriak “BANTAI YAHUDI” ternyata justru sedang melaksanakan ajaran yahudi dengan sangat taat dan memaksakannya pada orang Indonesia.
Saya menduga keras, ajaran Muhammad juga begitu, juga setiap nabi, intisari ajaran mereka semua ya ‘kasih’ itu.
Terimakasih untuk penjelasannya.
Hallo Mas Guh, maaf kalau daku cerewet lagi.
Daku memaklumi keprihatinan Mas Guh. Tapi Mas Guh bakal tambah prihatin jika memperhatikan kenyataan bahwa bangsa Yahudi pun tidak mempraktekkan hal-hal keji seperti itu lagi. Lunturnya kekejian seperti itu diperkirakan dimulai saat pembuangan bangsa Yahudi dan terutama saat Taurat diterjemahkan ke bahasa lain. Dan sama sekali menjadi tidak relevan saat Yesus hadir dan mengajarkan Injil.
Kalau Kristen memang tidak mempraktekkan hal-hal seperti itu. Kalau pun ada, itu dipastikan karena malpraktek oleh oknum. Karena di Injil sama sekali tidak diajarkan hal-hal seperti yg dituliskan Mas Guh.
Salam.
Ga cerewet kok Mas, terimakasih sudah berbagi :)
Yang penting bagi diriku dalam hidup itu harus berbuat baik, tolong menolong, tidak iri, tidak curang, tidak jahil, santai tapi tepat waktu, bekerja, … untuk beragama … aku sendiri sekarang bingung … kalo dilihat-lihat hampir semua orang yg beragama hidupnya/sifatnya aneh … dan tak masuk logika … apalagi di indo … kebanyakan yg munafik …
Uhh…. nyebut-nyebut munafik saya jadi tersindir inih… Saya juga sering munafik, ngaku ga tersinggung, baik-baik saja, padahal hatinya periiih bangetttt. ups, bukan curcol, itu curjis.
Btw, saya review buku itu sengaja untuk berbagi “kewarasan”. Supaya pikiran orang yang kebetulan baca tidak lagi mudah ditindas oleh pihak-pihak yang hobi mengatasnamakan “ISLAM” dalam memaksakan keinginannya. Jadi misalnya suatu hari diPAKSA pake jilbab, khitan, berjenggot, atau apapun, setelah membaca buku itu setidaknya bisa sedikit berpikir, tidak gampang manut dan taat hanya karena sesuatu dipaksakan dengan mengatasnamakan ISLAM.
Ini buku apa2an.. koq jadnya mengkafirkan Osama bin Laden dkk? xD
Yang menarik adalah penggunaan kata Injil di buku tersebut seperti yang diterangkan oleh Pak Dewo diatas. Banyak sekali dialog Islam – Kristen yang mengacu pada Perjanjian Lama, bagi yang Kristen dan mengerti tentunya cuma bisa senyum simpul menanggapinya ^_^
Maksud senyum simpul itu apa?
Kata Injil yang ditulis mas Guh ini, di tulisan english versionnya kan bible. Nah bible kan memang bisa berarti Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru atau kedua-duanya.
Membaca komentar2 di atas, saya heran kenapa kok temen-temen kristen seperti malu untuk mengakui Perjanjian Lama sebagai kitab suci mereka ? Emangnya Perjanjian Lama itu jelek ya?
Kitab suci mereka bukannya kitab suci kita.. eh, Islam juga? Itu kalau benar katanya si konon yang mengatakan bahwa Qur’an mengakui kebenaran kitab-kitab sebelumnya.
Buat saya sih tidak peduli yang mengajarkannya nabi atau kitab sesuci apapun, kalau biadab ya biadab saja. Jangan dilestarikan.
@Muawiya,
Di kamus English-Indonesia memang mengandung kerancuan. Di situ bible diterjemahkan sebagai “Alkitab” dan bisa juga sebagai “Injil.”
Ref: http://www.kamus.net/result.php?w=en-usa&q=bible&submit=Search&e=0
Nampaknya Mas Guh mengambil terjemahan sebagai “Injil.” Seperti yg sudah saya utarakan di atas, ada perbedaan nyata antara PL dengan PB (Injil). Keduanya membentuk kesatuan sebagai Alkitab.
Sedangkan jika tulisan tersebut mengacu kepada “Alkitab”, maka nampaknya penulis sama sekali tidak membaca PB (Perjanjian Baru). Jadi sebenarnya, diterjemahkan sebagai “Alkitab” mau pun “Injil”, penulis tersebut telah salah memahami Alkitab.
Hihihi… tidak ada yg malu kok. Malahan saya senang membaca sejarah yg tertulis di Perjanjian Lama. Justru saya heran kenapa Anda bisa menyimpulkan demikian? Saya yakin pasti bahwa Anda bukan Kristiani. Hehehe…
GBU
Salam hormat kepada semua. Terima kasih kepada Gunung Biru sudi terjemah buku saya ke Bahasa Indonesia. Saya tidak tahu pun sehingga saya sengaja “Search” nama saya Saim Bakar.
Terjemahan itu bagus tapi bukan 100% tepat. Saya kurang jelas maksud bahasanya di satu dua tempat. Apa itu banget?
Saya akui bahasa buku saya ini agak ‘keras’ – mungkin understatement. Ada tujuan kenapa saya menulis dalam nada yang begitu – taktik untuk memberi kesan ’shocking’ kepada pembaca. Asalkan mesejnya kena pada sasaran.
Sekali lagi saya ucapkan terima kasih. Saya tidak tahu jika saya akan berpeluang layari laman ini lagi. Sesiapa yang minat boleh hubungi saya di saimbakar@gmail.com atau kunjungi Blog saya Saim Bakar vs Biblical Islam di http://biblical-islam.blogspot.com.
Salamun Alaikum.
Saim Bakar
Salam hormat juga Pak Saim, saya merasa beruntung mendapat kunjungan anda :)
Banget adalah ’sangat’, atau ‘very’ in english.
Selamat berkarya.
Terima kasih sdra Guhpraset. Laman sdra aktif.
Jika sesiapa ingin berbincang berkenaan Quran, Islam atau Bible saya rela luangkan masa. Quran, Islam dan Bible menjadi kegemaran saya. Fahaman saya terhadap Quran jauh berbeza daripada kebanyakan pakar agama.
Saya mengambil pendekatan ‘accuracy’ atau ketepatan, yang bertolak daripada ayat Quran ‘haatu burhanukum inkuntum saadikeen’ bermaksud ’show me your proof if you are truthful’.
Sekian. Salam.
Saim.
Terimakasih Pak, kebetulan dulu saya punya banyak pertanyaan soal topik-topik tersebut. Sekarang sudah lupa. Nanti kalau sudah ingat akan saya tanyakan ke bapak :)
@Mas Guh,
Maaf mas, lagi-lagi saya harus meralat tulisan Anda. Saat Anda menambahkan tulisan berikut di artikel:
Sebenarnya Anda sudah salah memaknai jawaban saya. Berikut adalah jawaban saya yang menjawab pertanyaan Anda di komentar sebelumnya:
Sedangkan penjelasan mengenai mengapa “…kebanyakan sudah tidak” itu salah satunya telah saya beri contoh di paragraf berikutnya. Dan juga penjelasan di sini (URL) yang menjelaskan secara historis bahwa “kekejian” sudah mulai luntur di bangsa Yahudi.
Kurang lebih itu yang bisa saya tuliskan saat ini. Semoga dapat mencerahkan.
Terima kasih.
Errr… jadi maksudnya gimana?
Bukan hanya Kristen, tapi Yahudi pun sudah meninggalkan ajaran-ajaran itu?
Apa kabar Masbro, sudah lama ndak ngobrol. :)
*datang dari Fesbuk*
Saya pernah baca buku ini, dapat e-book gratis entah dari mana. Memang senada dengan pemikiran-pemikiran yang dulu sempat saya riviu tahun 2007. Kelihatannya dulu memang menyegarkan sekali, apalagi dibaca setelah mendengar ceramah-ceramah Bani Janggut yang murung dan suram.
Sudah pernah dibahas bersama mereka yang lebih konservatif?
Iya, memang menyegarkan sekali. Saat berkutat dalam perdebatan ‘asli-palsu’, tiba2 ada yang menyoal ‘perlu-tidak’. Seperti terangkat dari kubangan, bikin tersadar kalau sedang terjebak dalam permainan yang aneh.
Seingat saya belum pernah coba bahas. Belum menemukan teman baru dari kalangan itu. Anda sudah? Gimana hasilnya?