24 Comments

  1. ~tanty~

    Salamun alaikum,
    Bagus sekali book review nya. Seandainya saya yang menulis, rasanya tidak akan sebagus dan selengkap ini. Bravo! I’m impressed!
    Wassalam

  2. Emanuel Setio Dewo

    Pohon dilihat dari buahnya. Pohon yg baik akan menghasilkan buah yg baik. Demikian juga dengan agama.

    Oh iya, ada sedikit catatan utk Mas Guh, bahwa Mas Guh salah mengartikan “Injil” dengan ayat2 yg dikutip dari Alkitab. Ayat-ayat yang dikutip dari Alkitab tersebut terdapat dalam Kitab Suci Perjanjian Lama. Sedangkan “Injil” artinya adalah “Kabar Gembira” yang merupakan kumpulan kitab dalam Kitab Suci Perjanjian Baru.

    Keduanya berbeda namun merupakan kesatuan utuh kisah Kasih Allah kepada umat manusia. Alkitab akan sangat menarik jika dipelajari dengan penuh kasih. Semoga buku tersebut tidak menambah distorsi pembacanya.

    Salam.

  3. Juliach

    Yang penting bagi diriku dalam hidup itu harus berbuat baik, tolong menolong, tidak iri, tidak curang, tidak jahil, santai tapi tepat waktu, bekerja, … untuk beragama … aku sendiri sekarang bingung … kalo dilihat-lihat hampir semua orang yg beragama hidupnya/sifatnya aneh … dan tak masuk logika … apalagi di indo … kebanyakan yg munafik …

  4. Sura

    Ini buku apa2an.. koq jadnya mengkafirkan Osama bin Laden dkk? xD

    Yang menarik adalah penggunaan kata Injil di buku tersebut seperti yang diterangkan oleh Pak Dewo diatas. Banyak sekali dialog Islam – Kristen yang mengacu pada Perjanjian Lama, bagi yang Kristen dan mengerti tentunya cuma bisa senyum simpul menanggapinya ^_^

  5. Muawiya

    Kata Injil yang ditulis mas Guh ini, di tulisan english versionnya kan bible. Nah bible kan memang bisa berarti Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru atau kedua-duanya.

    Membaca komentar2 di atas, saya heran kenapa kok temen-temen kristen seperti malu untuk mengakui Perjanjian Lama sebagai kitab suci mereka ? Emangnya Perjanjian Lama itu jelek ya?

    1. Emanuel Setio Dewo

      @Muawiya,

      Di kamus English-Indonesia memang mengandung kerancuan. Di situ bible diterjemahkan sebagai “Alkitab” dan bisa juga sebagai “Injil.”

      Ref: http://www.kamus.net/result.php?w=en-usa&q=bible&submit=Search&e=0

      Nampaknya Mas Guh mengambil terjemahan sebagai “Injil.” Seperti yg sudah saya utarakan di atas, ada perbedaan nyata antara PL dengan PB (Injil). Keduanya membentuk kesatuan sebagai Alkitab.

      Sedangkan jika tulisan tersebut mengacu kepada “Alkitab”, maka nampaknya penulis sama sekali tidak membaca PB (Perjanjian Baru). Jadi sebenarnya, diterjemahkan sebagai “Alkitab” mau pun “Injil”, penulis tersebut telah salah memahami Alkitab.

      Membaca komentar2 di atas, saya heran kenapa kok temen-temen kristen seperti malu untuk mengakui Perjanjian Lama sebagai kitab suci mereka ? Emangnya Perjanjian Lama itu jelek ya?

      Hihihi… tidak ada yg malu kok. Malahan saya senang membaca sejarah yg tertulis di Perjanjian Lama. Justru saya heran kenapa Anda bisa menyimpulkan demikian? Saya yakin pasti bahwa Anda bukan Kristiani. Hehehe…

      GBU

  6. Saim Bakar

    Salam hormat kepada semua. Terima kasih kepada Gunung Biru sudi terjemah buku saya ke Bahasa Indonesia. Saya tidak tahu pun sehingga saya sengaja “Search” nama saya Saim Bakar.

    Terjemahan itu bagus tapi bukan 100% tepat. Saya kurang jelas maksud bahasanya di satu dua tempat. Apa itu banget?

    Saya akui bahasa buku saya ini agak ‘keras’ – mungkin understatement. Ada tujuan kenapa saya menulis dalam nada yang begitu – taktik untuk memberi kesan ’shocking’ kepada pembaca. Asalkan mesejnya kena pada sasaran.

    Sekali lagi saya ucapkan terima kasih. Saya tidak tahu jika saya akan berpeluang layari laman ini lagi. Sesiapa yang minat boleh hubungi saya di saimbakar@gmail.com atau kunjungi Blog saya Saim Bakar vs Biblical Islam di http://biblical-islam.blogspot.com.

    Salamun Alaikum.

    Saim Bakar

  7. Saim Bakar

    Terima kasih sdra Guhpraset. Laman sdra aktif.

    Jika sesiapa ingin berbincang berkenaan Quran, Islam atau Bible saya rela luangkan masa. Quran, Islam dan Bible menjadi kegemaran saya. Fahaman saya terhadap Quran jauh berbeza daripada kebanyakan pakar agama.

    Saya mengambil pendekatan ‘accuracy’ atau ketepatan, yang bertolak daripada ayat Quran ‘haatu burhanukum inkuntum saadikeen’ bermaksud ’show me your proof if you are truthful’.

    Sekian. Salam.

    Saim.

  8. Emanuel Setio Dewo

    @Mas Guh,

    Maaf mas, lagi-lagi saya harus meralat tulisan Anda. Saat Anda menambahkan tulisan berikut di artikel:

    Katanya, bahkan umat Kristen pun sudah meninggalkan ajaran-ajaran dari kitab-kitab Yahudi itu.

    Sebenarnya Anda sudah salah memaknai jawaban saya. Berikut adalah jawaban saya yang menjawab pertanyaan Anda di komentar sebelumnya:

    Tentu saja kebanyakan sudah tidak. Contohnya tentang hukuman rajam. Ketika kepada Yesus dihadapkan seorang pelacur wanita yg akan dihukum rajam oleh masyarakat, maka apa jawaban Yesus?

    Sedangkan penjelasan mengenai mengapa “…kebanyakan sudah tidak” itu salah satunya telah saya beri contoh di paragraf berikutnya. Dan juga penjelasan di sini (URL) yang menjelaskan secara historis bahwa “kekejian” sudah mulai luntur di bangsa Yahudi.

    Kurang lebih itu yang bisa saya tuliskan saat ini. Semoga dapat mencerahkan.

    Terima kasih.

  9. Pak Guru

    Apa kabar Masbro, sudah lama ndak ngobrol. :)

    *datang dari Fesbuk*

    Saya pernah baca buku ini, dapat e-book gratis entah dari mana. Memang senada dengan pemikiran-pemikiran yang dulu sempat saya riviu tahun 2007. Kelihatannya dulu memang menyegarkan sekali, apalagi dibaca setelah mendengar ceramah-ceramah Bani Janggut yang murung dan suram.

    Sudah pernah dibahas bersama mereka yang lebih konservatif?

One Trackback/Pingback

  1. Guh (guhpraset) 's status on Tuesday, 11-Aug-09 07:56:45 UTC - Identi.ca

Leave a Reply

Ikuti lewat RSS

Tanggapan Terbaru

  • tukang nonton: Ini komen “pembelaan”dari fren saya di pesbuk setelah saya suruh...
  • eMina: sehebat apa sih Mafia Wars? sampai saat kemarin saya belum tergerak untuk mencobanya atau...
  • Amd: *Kirim Energy Pack ke Guh* Hehehe, selalu ada hikmah di balik segala sesuatu, termasuk...
  • ralx: semua yang atheis harus pada mikir, itulah kekuasaan TUHAN, 1. kita tidak bisa melihat...
  • eMina: membuktikan kemahakuasaanNya cuma segitu? . selamat juga untukmu ^^
  • Emanuel Setio Dewo: Berarti cuma daku yg mudheng maksudnya bu A ya? *kabur sebelum ditanyain*
  • Emanuel Setio Dewo: Opsi yg lain: doanya dikabulkan, tapi delay (entah berapa lama delay-nya)...
  • arshintadewi: *sama*
  • Arshintadewi: Yang mudah itu justru sulit dimengerti *beneran*… Lagian lebih mudah...

awasi twitter guh