28 Comments

  1. ~tanty~

    Salamun alaikum,
    Bagus sekali book review nya. Seandainya saya yang menulis, rasanya tidak akan sebagus dan selengkap ini. Bravo! I’m impressed!
    Wassalam

  2. Emanuel Setio Dewo

    Pohon dilihat dari buahnya. Pohon yg baik akan menghasilkan buah yg baik. Demikian juga dengan agama.

    Oh iya, ada sedikit catatan utk Mas Guh, bahwa Mas Guh salah mengartikan “Injil” dengan ayat2 yg dikutip dari Alkitab. Ayat-ayat yang dikutip dari Alkitab tersebut terdapat dalam Kitab Suci Perjanjian Lama. Sedangkan “Injil” artinya adalah “Kabar Gembira” yang merupakan kumpulan kitab dalam Kitab Suci Perjanjian Baru.

    Keduanya berbeda namun merupakan kesatuan utuh kisah Kasih Allah kepada umat manusia. Alkitab akan sangat menarik jika dipelajari dengan penuh kasih. Semoga buku tersebut tidak menambah distorsi pembacanya.

    Salam.

  3. Juliach

    Yang penting bagi diriku dalam hidup itu harus berbuat baik, tolong menolong, tidak iri, tidak curang, tidak jahil, santai tapi tepat waktu, bekerja, … untuk beragama … aku sendiri sekarang bingung … kalo dilihat-lihat hampir semua orang yg beragama hidupnya/sifatnya aneh … dan tak masuk logika … apalagi di indo … kebanyakan yg munafik …

  4. Sura

    Ini buku apa2an.. koq jadnya mengkafirkan Osama bin Laden dkk? xD

    Yang menarik adalah penggunaan kata Injil di buku tersebut seperti yang diterangkan oleh Pak Dewo diatas. Banyak sekali dialog Islam – Kristen yang mengacu pada Perjanjian Lama, bagi yang Kristen dan mengerti tentunya cuma bisa senyum simpul menanggapinya ^_^

  5. Muawiya

    Kata Injil yang ditulis mas Guh ini, di tulisan english versionnya kan bible. Nah bible kan memang bisa berarti Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru atau kedua-duanya.

    Membaca komentar2 di atas, saya heran kenapa kok temen-temen kristen seperti malu untuk mengakui Perjanjian Lama sebagai kitab suci mereka ? Emangnya Perjanjian Lama itu jelek ya?

    1. Emanuel Setio Dewo

      @Muawiya,

      Di kamus English-Indonesia memang mengandung kerancuan. Di situ bible diterjemahkan sebagai “Alkitab” dan bisa juga sebagai “Injil.”

      Ref: http://www.kamus.net/result.php?w=en-usa&q=bible&submit=Search&e=0

      Nampaknya Mas Guh mengambil terjemahan sebagai “Injil.” Seperti yg sudah saya utarakan di atas, ada perbedaan nyata antara PL dengan PB (Injil). Keduanya membentuk kesatuan sebagai Alkitab.

      Sedangkan jika tulisan tersebut mengacu kepada “Alkitab”, maka nampaknya penulis sama sekali tidak membaca PB (Perjanjian Baru). Jadi sebenarnya, diterjemahkan sebagai “Alkitab” mau pun “Injil”, penulis tersebut telah salah memahami Alkitab.

      Membaca komentar2 di atas, saya heran kenapa kok temen-temen kristen seperti malu untuk mengakui Perjanjian Lama sebagai kitab suci mereka ? Emangnya Perjanjian Lama itu jelek ya?

      Hihihi… tidak ada yg malu kok. Malahan saya senang membaca sejarah yg tertulis di Perjanjian Lama. Justru saya heran kenapa Anda bisa menyimpulkan demikian? Saya yakin pasti bahwa Anda bukan Kristiani. Hehehe…

      GBU

  6. Saim Bakar

    Salam hormat kepada semua. Terima kasih kepada Gunung Biru sudi terjemah buku saya ke Bahasa Indonesia. Saya tidak tahu pun sehingga saya sengaja “Search” nama saya Saim Bakar.

    Terjemahan itu bagus tapi bukan 100% tepat. Saya kurang jelas maksud bahasanya di satu dua tempat. Apa itu banget?

    Saya akui bahasa buku saya ini agak ‘keras’ – mungkin understatement. Ada tujuan kenapa saya menulis dalam nada yang begitu – taktik untuk memberi kesan ’shocking’ kepada pembaca. Asalkan mesejnya kena pada sasaran.

    Sekali lagi saya ucapkan terima kasih. Saya tidak tahu jika saya akan berpeluang layari laman ini lagi. Sesiapa yang minat boleh hubungi saya di saimbakar@gmail.com atau kunjungi Blog saya Saim Bakar vs Biblical Islam di http://biblical-islam.blogspot.com.

    Salamun Alaikum.

    Saim Bakar

  7. Saim Bakar

    Terima kasih sdra Guhpraset. Laman sdra aktif.

    Jika sesiapa ingin berbincang berkenaan Quran, Islam atau Bible saya rela luangkan masa. Quran, Islam dan Bible menjadi kegemaran saya. Fahaman saya terhadap Quran jauh berbeza daripada kebanyakan pakar agama.

    Saya mengambil pendekatan ‘accuracy’ atau ketepatan, yang bertolak daripada ayat Quran ‘haatu burhanukum inkuntum saadikeen’ bermaksud ’show me your proof if you are truthful’.

    Sekian. Salam.

    Saim.

  8. Emanuel Setio Dewo

    @Mas Guh,

    Maaf mas, lagi-lagi saya harus meralat tulisan Anda. Saat Anda menambahkan tulisan berikut di artikel:

    Katanya, bahkan umat Kristen pun sudah meninggalkan ajaran-ajaran dari kitab-kitab Yahudi itu.

    Sebenarnya Anda sudah salah memaknai jawaban saya. Berikut adalah jawaban saya yang menjawab pertanyaan Anda di komentar sebelumnya:

    Tentu saja kebanyakan sudah tidak. Contohnya tentang hukuman rajam. Ketika kepada Yesus dihadapkan seorang pelacur wanita yg akan dihukum rajam oleh masyarakat, maka apa jawaban Yesus?

    Sedangkan penjelasan mengenai mengapa “…kebanyakan sudah tidak” itu salah satunya telah saya beri contoh di paragraf berikutnya. Dan juga penjelasan di sini (URL) yang menjelaskan secara historis bahwa “kekejian” sudah mulai luntur di bangsa Yahudi.

    Kurang lebih itu yang bisa saya tuliskan saat ini. Semoga dapat mencerahkan.

    Terima kasih.

  9. Pak Guru

    Apa kabar Masbro, sudah lama ndak ngobrol. :)

    *datang dari Fesbuk*

    Saya pernah baca buku ini, dapat e-book gratis entah dari mana. Memang senada dengan pemikiran-pemikiran yang dulu sempat saya riviu tahun 2007. Kelihatannya dulu memang menyegarkan sekali, apalagi dibaca setelah mendengar ceramah-ceramah Bani Janggut yang murung dan suram.

    Sudah pernah dibahas bersama mereka yang lebih konservatif?

  10. macangadungan

    pertama, saya telah mendownload PDF dari buku yg anda bahas disini… dan pada bab awal, buku ini kebanyakan berisi asumsi,. misalnya pada halaman 8. apakah si penulis sudah membaca alkitab? wedha? atau membuat survey kepada orang2 dgn agama tersebut sehingga bisa menyimpulkan bahwa mrk memang diajarkan untuk menyembah patung dll. krn dalam agama saya hal tsb tdk diajarkan. saya simpulkan, dari awal isi buku ini, isi buku ini tidak akurat dan hanya berdasarkan opini.

    kedua, Injil yg dimaksud dalam buku tsb adalah Taurat. bukan Injil.

    ketiga, Injil yg ditulis oleh Matius, Markus, Lukas adalah berisi ajaran Yesus dan biografi Yesus (Nabi Isa). dan tidak ada tertulis bahwa “ini dari Tuhan”. sekali lagi, penulis buku ini membuat tulisan yang hanya berdasarkan opini dan asumsi (atau mgkn dari sumber lain yg tidak akurat)

    keempat, Injil tidak pernah mengajarkan hukum rajam, membunuh atau menghakimi orang yang berpindah keyakinan, atau apa yg tertulis di situ. Yesus menentang hal-hal spt itu, Ia mengajarkan bahwa sepatutnya yang pantas menghakimi manusia hanyalah TUHAN. Yesus juga mengajarkan untuk menjauhkan diri dari kekerasan dan kebencian, melainkan kasih sayang.

    oke, saya ngelantur, tentu hal2 seperti ini harusnya saya bicarakan dengan penulis buku yang nglantur itu jg. tapi saya hanya ingin menunjukkan kpd anda, betapa ngelanturnya si penulis ini.

    ketika ada hal2 yang dikritik dari ajaran Islam, maka sang penulis melemparkan batu kpd ajaran Nasrani dan Yahudi. yang mending kalo emang bener begitu ajarannya, padahal ajaran Nasrani tdk spt itu (saya tdk bilang Yahudi, krn saya tidak tahu).

    selain itu, penulis menyalah2kan hal2 dan ajaran yg tertulis di dalam taurat. ini mbulet. di satu sisi mengakui Taurat diturunkan oleh Tuhan, di sisi lain mengatakan bahwa Taurat itu memiliki ajaran yang menyesatkan (dlm bukunya dia sebut sbg Injil).

    apalagi yg lebih konyol : “umat Kristiani sejak lama telah memutuskan untuk tidak mendengarkan INJIL mereka” (hlm 90, ada jg yg sejenis di hlmn 81 dn bbrp hlmn lainnya)
    dimana dari awal injil yg dia maksud malah diambil dari isi kitab Taurat, yang setahu saya, merupakan kitab yang diakui oleh agama Islam. Nasrani, sekali lagi mengacu kpd ajaran Isa Almasih dalam Injil (bukan Taurat, yg kalau tidak salah diakui jg dlm Islam) dan Perjanjian Baru.
    disitu sekali lagi, penulis membuat kesimpulan dan tuduhan (kalau tidak bisa dibilang fitnah) yang ngaco, tidak berdasar, dan tidak paham sama sekali pada apa yg dia tulis. mengingat apa yg dia tulis pun kebanyakan didefinisikan dengan sangat salah. ayat2 alkitab yang dia kutip di situ ditampilkan hanya sepotong, dan tafsir nya pun salah semua.

    apalgi soal hijab, omaigoddragon, saya bingung, penulisnya itu “ngarang” apa “ngutip” dari sumber yg ngaco?

    Saya malah jadi penasaran, apa penjelasan tentang isi Quran dan tafsirnya yang ditulis Saim Bakar itu ngaco juga?

    yah, mnurut saya, lain kali kalo baca buku, lebih baik dibandingkan dengan sumber lain yg akurat. lalu musti bisa membedakan, mana opini, mana fakta.

  11. macangadungan

    halo mas guh,
    saya pribadi sih kurang puas dengan penjelasan mas dewo yg mbulet (maaf mas dewo, ini menurut saya pribadi) makanya saya tulis ulang dengan bahasa yg lebih straight
    dan saya ngomong panjang lebar cuma buat menunjukkan dimana letak “ngaco”nya buku ini ke mas guh, jadi nggak gantung aja penjelasannya XD

    saya pribadi tidak tertarik berkomunikasi dgn penulis. tadinya iya, pengen lgsg saya copas dan terjemahin ke oknumnya. tp mengingat bahasa inggris saya masih acak2an dan saya males kalo niat diskusi saya nanti malah berubah jadi debat dengan si penulis, maka niat dibatalkan. hehehe…

    dan tntg paragraf ke-5, jawabannya tidak. saya berusaha menghindari isu agama di blog saya kecuali untuk curhat.

    tujuan saya jelasin ke mas guh cuma biar mas guh tidak terjebak dlm persepsi yang salah krn buku tsb. walau saya setuju banget jika memang tujuan si penulis sekedar menekankan bahwa kekerasan, dan sejenisnya bukanlah jalan Tuhan. Sayang tujuan tsb dicapai dgn cara yg salah. tp tentu saja, benar atau tidaknya isi buku itu adalah bukan di tangan saya, semua ini hanya kesimpulan saya berdasarkan fakta yang saya tahu.

    terimakasih krn menanggapi komentar saya dgn bijak dan pikiran terbuka :)

    1. Guh

      Kembali kasih :)
      Saya juga senang anda sudah mau membaca dengan kritis dan berbagi opini.

One Trackback/Pingback

  1. Guh (guhpraset) 's status on Tuesday, 11-Aug-09 07:56:45 UTC - Identi.ca

Leave a Reply

Ikuti lewat RSS

Tanggapan Terbaru

  • manusiasuper: …..gw bisa bilang yg nulis ini bukan pemain wafia wars. cuma orang bodoh dan...
  • manusiasuper: eh, bukan saya kan yang dimaksud? *geer*
  • a_yha: Numpang comment ya….. secara aqliyah (akal), kita dapat menganalisis kemungkinan...
  • qzink: Akhirnya pulang ke kubangan lama juga.. :D
  • bitch, the: sama-sama.
  • deendeen: “Ya Allah ampunilah hambamu yang hina ini”
  • Citra Dewi: NYaman adalah rasa. Karena mengejar RASA manusia jatuh dalam berbagai pencobaan...
  • macangadungan: halo mas guh, saya pribadi sih kurang puas dengan penjelasan mas dewo yg mbulet...
  • macangadungan: pertama, saya telah mendownload PDF dari buku yg anda bahas disini… dan...

awasi twitter guh