22 Comments

  1. truthse3ker

    Salamun alaikum..

    sebenarnya atheis pun berTuhan,,

    pada egonya, Mr.Chance dan Ms.Chaos…

    btw ada hal menarik yang ingin saya kutip dari artikel diatas..

    Kang Atheis (KA): Hey Theis, ngapain apa kamu nungging lima kali sehari demi menyenangkan tuhan? Capek-capek nungging, jidat item, padahal tuhan tidak pernah ada. Benar-benar sia-sia. Haha!

    Bang Theis (BT): Ah, dasar kafir. Jika tuhan memang tidak ada, aku hanya rugi sebanyak 5x nungging tiap. Tapi kalau tuhan ada? Dengan 5x nungging saya masuk surga, sedangkan kamu hei kafir, seluruh hidupmu akan sia-sia, dan setelah mati nanti kau akan terbakar dalam neraka selamanya. Hahahaha!!

    Bang Truthse3ker (BT3) : Ah BT, gimana kalau Tuhan gak pernah nyuruh kamu nungging 5x sehari? udah yakin itu yang Tuhan mau? bukankah mengada2kan sesuatu atas nama Tuhan itu berbahaya? gimana kalu kegiatan nungging itu gak pernah ada perintahnya? dah cape2 nungging 5x sehari ternyata gak berguna sama sekali dan bisa dianggap dianggap kemusyrikan, hayooo… kalo si KA sih diemin aja, lah dia gak percaya Tuhan, dia gak mungkin masuk surga karena dia sendiri gak percaya adanya surga.. berarti masuknya ke…. hiiiiiiiii…

    sekian.. mohon maaf bila ada yang tersinggung..

  2. Nazieb

    Cara membungkam atheis? Ledakkan saja mereka..
    >:)

  3. guhpraset

    Tambahan lagi dari BTG: “Aiiih, ada afa ini ribud-ribud? Emang kalian semua yakin kalo yang kalian anggap asli dari Tuhan itu bener-bener masih asli langsung dari Tuhan?”

    Trus BTX ikutan nongol: “Ehem… ikutan dong… ini semua memperdebatkan apa? Dari jaman nenek perawan sampai sekarang, ada ga yang memperdebatkan iman lalu mencapai sebuah kesimpulan?

    Dan semua orang tergoda untuk bersepakat menendang BTX keluar dari arena :P

    Btw, tentang ego, saya yakin itu akan sangat berpengaruh dalam mengisi titik-titik di akhir kalimat si KA sih diemin aja, lah dia gak percaya Tuhan, dia gak mungkin masuk surga karena dia sendiri gak percaya adanya surga.. berarti masuknya ke…. hiiiiiiiii…

    Btw, bicara tentang ego, saya yakin itu akan sangat berpengaruh dalam mengisi misteri di kalimat ini:

    si KA sih diemin aja, lah dia gak percaya Tuhan, dia gak mungkin masuk surga karena dia sendiri gak percaya adanya surga.. berarti masuknya ke…. hiiiiiiiii…

    Mau diisi pakai ego religius, ego atheis, ego theis atau ego apa? Hehe.
    Dan memang, yang namanya ego, apapun itu biasanya mudah tersinggung. Pengalaman pribadi :P

  4. minggu

    Aneh, dia kan jelas2 bilang tuhan ga ada, kok malah dibilang ada tuhan dalam kepalanya???

  5. arshintadewi

    Semakin ke bawah, paragraf kalimatnya terpotong-potong.
    Bacanya jadi kurang nikmat, serasa nonton film terpotong iklan ;)

  6. azhari

    Pernah suatu ketika Imam Abu Hanifah akan mendatangi seorang atheis…. dengan terlambat…
    lalu Atheis itu bertanya kenapa kamu terlambat?
    dijawab oleh Imam Abu Hanifah : Aku tadi terpesona melihat sebatang pohon terpotong2 sendiri , lalu tersusun sendiri menjadi sebuah perahu, lalu perahu itu berlayar dan kembali. lalu perahu itu kembali menjadi pohon…
    Atheis : dasar tolol, mana ada pohon berubah sendiri menjadi perahu…
    Imam Abu Hanifah : yang tolol itu siapa? Kau menganggap Alam semesta ini ada dengan sendirinya tanpa ada Tuhan (Allah ) yang menciptakannya….
    Atheis : …….#%^#*^$^#*^%^…………

  7. hzanic

    sadar atau tdk..kita semua ada dlm sebuah skenario tuhan…termasuk perdebatan di atas….tp jarang yg membahas..kenapa tuhan membuat skenario ini….

    1. guh

      Spiritual dan dalam sekali pertanyaannya Pak. Saya jadi ingin ikut bertanya-tanya, kenapa ya?

      Btw Pak, pertanyaan sedalam itu tentunya didasari keyakinan bahwa tuhan ada, beliau yang membuat skenario. Jadi sebelum jauh sampai membahas itu, menarik juga membahas kenapa Pak Hzanic sampai pada keyakinan bahwa tuhan ada, dan beliau yang bertanggung jawab atas segala skenario. Sekedar katanya kitab/orang? Atau berdasarkan pengalaman pribadi karena sudah bertemu. Nah, share itu mungkin bisa membuat orang ikut bertanya-tanya dengan sadar :)

  8. Chuzielow

    Semua yang ada pasti ada yang menciptakan.
    lalu,kalau Tuhan itu ada,siapa yang menciptakan Tuhan?

  9. Chuzielow

    semua yang ada, pasti ada yang menciptakan.
    Lalu, kalau Tuhan ada, maka siapa yang menciptakan Tuhan…???

  10. bangaip

    @Chuzielow: Kalau menurut Nietzsche, yang menciptakan Tuhan yaa kita. Maka apabila memakai logika, “Semua akan kembali ke penciptaNya” Maka kita berhak pula membunuhnya. Jadi apapun jawaban pertanyaan anda, pasti akan dijawab oleh logika dan pendekatan si penjawab dalam menjawab pertanyaan itu. Contohnya: yang suka koding, pasti pakai konstruksi If-Then(-Else). Yang suka reliji, akan memakai buku sejarah bernama kitab suci. Yang suka bla-bla-bla akan memakai metode bla-bla-bla pula sebagai metode jawabannya (*catatan: bla-bla-bla dapat di isi sendiri*).

  11. manusiasuper

    When did I realize I was God? Well, I was praying and I suddenly realized I was talking to myself.
    – Peter OToole

  12. em-1

    Di fakultas filsafat, sekelompok mahasiswa sedang mengikuti kuliah. Dosen sedang melempar topik diskusi tentang Tuhan.

    “Ada yang pernah melihat TUHAN?” tanya si dosen.

    Semua diam tak mendengar.

    “Ada yang pernah mendengar TUHAN bersuara?” si dosen bertanya lagi.

    Kali ini pun tidak ada yang menjawab.

    “Ada yang pernah menyentuh TUHAN?” tanya dosen.

    Semua diam.

    “Jadi….,” kata sang Dosen dengan senyum puas,:Kesimpulannya, TUHAN ITU TIDAK ADA.”

    terdengar gumaman protes, sampai akhirnya Momon yang juga mengikuti kuliah tersebut berdiri dan bertanya,

    “Ada yang pernah melihat OTAK pak Dosen?”

    Tak ada jawaban.

    “Ada yang pernah mendengar OTAK pak Dosen bicara?”

    tak seorangpun menjawab.

    “Ada yang pernah menyentuh OTAK pak Dosen?”

    Sekali lagi hening.

    “Kesimpulannya PAK DOSEN NGGAK PUNYA OTAK,”kata Momom sambil ngeloyor meninggalkan ruang kuliah.

  13. chiw

    ikutan em-1 aaah…

    “Ada yang pernah melihat OTAK em-1?”

    Tak ada jawaban.

    “Ada yang pernah mendengar OTAK em-1 bicara?”

    tak seorangpun menjawab.

    “Ada yang pernah menyentuh OTAK em-1?”

    Sekali lagi hening.

    “Kesimpulannya EM-1, yang komen sebelum saya itu: NGGAK PUNYA OTAK,”kata Chiw sambil kemudian tekan enter dan ctrl+W

Leave a Reply

Ikuti lewat RSS

Tanggapan Terbaru

  • eMina: membuktikan kemahakuasaanNya cuma segitu? . selamat juga untukmu ^^
  • Emanuel Setio Dewo: Berarti cuma daku yg mudheng maksudnya bu A ya? *kabur sebelum ditanyain*
  • Emanuel Setio Dewo: Opsi yg lain: doanya dikabulkan, tapi delay (entah berapa lama delay-nya)...
  • arshintadewi: *sama*
  • Arshintadewi: Yang mudah itu justru sulit dimengerti *beneran*… Lagian lebih mudah...
  • Emanuel Setio Dewo: Wah tumben kok pendek postingannya? Tapi tetap tajam, setajam silet....
  • chiw: ikutan em-1 aaah… “Ada yang pernah melihat OTAK em-1?” Tak ada jawaban. “Ada...
  • em-1: Di fakultas filsafat, sekelompok mahasiswa sedang mengikuti kuliah. Dosen sedang melempar...
  • manusiasuper: When did I realize I was God? Well, I was praying and I suddenly realized I was...

awasi twitter guh