Khitan atau sunat atau dalam bahasa Inggris tidak disebut circumstition tapi circumcision, adalah tindakan mengupas ujung penis, memotong dan membuang sebagian kulitnya.
Itu jika anda lelaki berpenis.
Jika anda adalah perempuan yang bervagina, maka ‘khitan perempuan‘ yang anda alami mungkin akan sedikit lebih bervariasi. Mulai dari sekedar menyayat sampai pada pemotongan atau mutilasi klitoris. Tergantung pada keyakinan yang dianut oleh orang tua dan orang-orang yang punya akses pada kelamin anda.
Jaman dulu, orang tua kita bisa bebas melestarikan tradisi ini. Bebas memaksakan tradisi itu pada kelamin-kelamin kita. Jaman itu tak ada seorangpun yang ribut dan usil saat anda memotongi dan memutilasi alat kelamin anak-anak. Perintah agama, atau tradisi yang agung dan mulia bisa terus dilestarikan.
Tapi sialnya jaman terus berubah.
Sekarang, semakin banyak orang yang merasa dirinya beradab meributkan hal itu. Dan internet, media terkutuk hasil kemajuan peradaban, telah memberi mereka kemampuan untuk bebas menyuarakan pendapatnya. Memberi mereka kebebasan untuk menulis dan mempublikasikan argumen-argumennya untuk menentang khitan.
- CIRP, mengumpulkan artikel tentang segala aspek sunat menyunat.
- Gerombolan para dokter yang menentang sunat, bergabung dan menulis argumen mereka di doctorsopposingcircumcision.org
- NOCIRC, sebuah NGO yang ingin membuat dunia jadi lebih aman bagi anak-anak sempat menyebut bahwa “Amerika adalah negara yang menyunat bayi-bayi baru lahir tanpa didasari alasan medis maupun agama”
- Para aktivis yang memperjuangkan keutuhan genital dan menentang modifikasi paksa pada alat kelamin anak, mendirikan situs Circumstition.
- Temuan-temuan medis terbaru yang menentang sunat, yang sebenarnya sudah tidak terlalu baru, bisa diakses di circumcision.org
- Ketidaksetujuan Qur’an pada aksi khitan, sebagaimana dipahami oleh QuranicPath juga dipajang dan bisa diakses secara bebas.
Untungnya artikel-artikel diatas itu ditulis dalam bahasa Inggris. Bersyukurlah anda yang tidak paham bahasa Inggris, iman anda akan sedikit lebih aman. Untuk jaga-jaga, jangan biarkan anak anda yang belum dikhitan mempelajari bahasa inggris.
Walau demikian, jika anda terus menunda-nunda aksi mutilasi atas klitoris putri anda, atau pengupasan penis putra anda, ada kemungkinan mereka keburu membaca artikel-artikel semacam itu.
Setelah membacanya, mungkin putra-putri anda akan tergoda untuk percaya bahwa Tuhan memang menciptakan tubuh manusia dalam keadaan sempurna. Mungkin akan terhasut untuk percaya bahwa tidak ada kulit penis yang harus dibuang dan tidak ada klitoris yang harus dimutilasi hanya untuk membahagiakan Tuhan.
Mungkin mereka akan tergoda untuk percaya pada informasi yang disampaikan Qur’an dan mulai menentang hadist dan dongeng yang mempromosikan khitan.
Itu mengerikan. Bahkan seorang teman Facebook saya yang tampaknya sangat beragama (Islam) mengatakan bahwa anak yang tidak dikhitan bukanlah orang Muslim yang baik.
Tentunya anda sangat ingin diri anda dan anak anda dianggap sebagai orang beragama yang baik oleh orang-orang seperti teman saya itu, kan?
Karena itulah, sebagai orang tua yang ingin memaksakan tradisi; sebagai orang tua yang lebih percaya hadist daripada Qur’an (kalau KTP anda Islam); sebagai orang tua yang tak peduli pada hak anak atas tubuh yang utuh, sebaiknya anda khitan putra-putri anda sesegera mungkin! Kalau bisa selagi mereka masih bayi.
Selamat memutilasi, selamat mengupas…. Selamat merampas hak anak atas tubuh yang utuh.
-
BGM: Jerit tangis para bayi yang tubuhnya dicabik-cabik tradisi tak manusiawi, yang mungkin saja terjadi tanpa cukup anastesi.


Saya sih seneng2 aja dulu di khitan..
Wong dapet uang saku banyak kok..
:P
Tapi kalau tidak disunat (khusus laki), area sensitifnya akan rada tertutup dan kenikmatan ketika menggesekkan kemanapun akan berkurang bukan?
Kalau sunat perempuan, ya memang sudah jadi debat sejak dulu seh…
Kalau dari yang saya baca-baca (anda juga bisa ikut baca di link2 yg disebut diatas), justru akan lebih nikmat, karena bagian2 yang sangat sensitif tidak terbuang. Dan kulit itu tidak menutup apapun kok, karena akan terbuka juga saat ereksi.
Link tambahan khusus dewasa, dapet dari wiki: http://www.sexasnatureintendedit.com/
ya… kalau memang sudah sesuai harga ya gpp :)
Salamun alaikum..
kepercayaan Islam terhadap khitan didasari dari Hadits yang notabene diplagiat dari Bible..
sekian…
SUNAT ADALAH DARI INJIL, BUKAN DARI QURAN
Kita telah membaca betapa banyaknya hal-hal yang diyakini menjadi bagian dari Ahlul Sunnah dan Syiah sebenarnya ditiru dari Injil. Hingga kini kita tak melihat SATUPUN – TAK SATUPUN dari praktek-praktek keagamaan Sunni dan Syiah dapat ditemukan secara detail dalam Quran mereka sendiri. Sunat tentunya menjadi salah satu darinya. Hal yang besar lainnya adalah sholat lima waktu mereka. Tak satupun dari hal-hal ini yang merupakan keyakinan Sunni (dan Syiah) ditemukan dalam Quran.
Selama bertahun-tahun saya berkali-kali meminta pada Sunni dan Syiah agar menunjukkan kepada saya setidaknya satu hal yang mereka lakukan yang pasti ada dalam Quran. Sejauh ini mereka sama sekali belum mampu menunjukkannya kepada saya.
Bahkan hal-hal bersifat duniawi dan sederhana seperti salam mereka berbeda dengan yang diajarkan dalam Quran. Sunni dan Syiah mengatakan ‘Assalamu Alaikum’. Ini tidak ditemukan dalam Quran. Quran mengatakan ‘Salamun Alaikum’ – sedikit namun merupakan perbedaan besar. Jangan menganggap remeh perbedaan tersebut. Namun intinya terbukti – salam ‘Assalamu Alaikum’ mereka berbeda dengan apa yang tercantum dalam Quran mereka sendiri.
Sejauh ini kita telah melihat bahwa banyak dari keyakinan mereka yang diambil dari Injil Kristiani. Kita bahkan melihat konsep Ahlul Sunnah ‘akidah’ atau keyakinan ditiru dari Injil Yahudi. Bahkan kata ‘akidah’ adalah bahasa Yahudi. Dalam Quran anda tidak bisa menemukan kata ‘akidah’. Hanya turunannya seperti ‘uqudat’ dan ‘aqada’ yang disebutkan namun kata-kata itu tidak mengandung konsep yang sama dengan ‘akidah’ yang telah ditiru dari Injil oleh Ahlul Sunnah.
Berikut ini satu lagi item dalam daftar keyakinan Ahlul Sunnah dan Syiah yang tidak ditemukan dimanapun dalam Quran namun dicuri dari Injil Kristiani: Sunat.
Kaum Ahlul Sunnah dan Syiah percaya bahwa sunat adalah bagian dari keyakinan agama mereka. Mereka percaya bahwa Nabi mengajarkan untuk menyunat anak-anak mereka. Situasinya begitu buruk dimana pengikut Sunni juga menyunat anak perempuan mereka. Mutilasi alat kelamin wanita adalah masalah serius di Afrika dan Timur Tengah.
Kebenarannya adalah Allah tidak pernah meminta kaum Sunni dan Syiah untuk menyunat siapapun. Sebaliknya Allah mengatakan bahwa Dia menciptakan manusia dalam bentuk yang sempurna:
[Surat 40:64.24] ”Allah menciptakan bumi sebagai tempat tinggalmu dan langit sebagai pelindung, dan membentukmu serta menyempurnakan kamu, dan menyediakan hal-hal yang baik untukmu. Yang demikian itu adalah Allah, Tuhanmu. Allah yang Maha Agung, Tuhan Semesta Alam!”
Jadi Allah telah menyempurnakan diri kita – termasuk kulup pada pria dan genitalia pada wanita. Kaum Sunni dan Syiah yang cerdas tidak perlu mencoba dan memperbaiki ciptaan Tuhan – meskipun sebagai suatu pilihan, tanpa paksaan atau apapun. Sunni atau siapapun memiliki kebebasan dan pilihan untuk memotong kulup atau memotong bagian lain tubuh mereka – namun itu bukan bagian dari perintah Tuhan. Biarkan tubuh kita seperti apa adanya.
Namun darimana asal keyakinan Ahlul Sunnah dan Syiah tentang sunat?
Sekali lagi jawabannya ada pada Injil Kristiani. Karena banyak dari kaum Sunni terdahulu beralih dari Kristen atau Yudas, mereka membawa keyakinan dan sistem mereka yang kemudian menjadi agama Sunni/Syiah. Satu contoh adalah perjanjian penyunatan dari Injil.
[Gen 17:14.13] Pria yang belum disunat pada bagian alat kelaminnya harus dijauhi dari orang-orangnya; ia telah melanggar janji.” Ini yang disebut perjanjian penyunatan.
Begitupula yang berikut:
[Gen 17:24.16] Ibrahim berusia sembilan puluh sembilan tahun ketika bagian kulup alat kelaminnya disunat.
[Kisah ini ditemukan hampir sama persis dalam teologi hadis Sunni. Sunni mengatakan bahwa Ibrahim menyunat dirinya sendiri dengan adze – kampak kecil. Aduh! Ini dia hadis palsu: Bukhari Volume 4, Buku 55, Nomor 575: Dinarasikan oleh Abu Huraira: Nabi Allah berkata, “Ibrahim menyunat dirinya sendiri dengan kampak kecil pada usia delapan puluh”].
Berikut ini kisah lainnya dalam Injil tentang sunat:
[Gen 17:25.18] Dan Ismail anaknya berusia tigabelas tahun saat bagian dari alat kelaminnya disunat.
Dan berikut ini ritual sekte khusus lainnya dari Injil:
[Exod 4:25.11] Kemudian Zipporah mengambil batu api dan memotong kulup anak laki-lakinya, dan menyentuh kaki Musa dengan itu, seraya berkata, “Tentu kamu adalah pengantin laki-laki menurut pertalian darah bagiku!”
Sekarang Sunni melakukan hal yang sama. Penyunatan pada anak laki-laki adalah alasan untuk menimbulkan keributan lengkap dengan pesta dan hura-hura.
Jadi sekali lagi kita lihat bahwa Ahlul Sunnah dan Syiah sebenarnya adalah penganut Kristiani yang sangat baik. Mereka mempertahankan keyakinan Perjanjian Lama saat hampir semua penganut kristen telah mengabaikan keyakinan-keyakinan Injil yang sama ini.
Diambil dari buku 'My Journey from the Christianity of Ahlul Sunnah wal Jamaah to the Islam of the Prophet' yang ditulis oleh Saim Bakar
Jika anda benar… berarti… penis saya sudah dikupas hanya demi mengikuti tradisi yahudi?!?!?!?
Sial.
Bagaimana penjelasan anda, apakah sama dengan penjelasan Tanty?
Salamun alaikum…
iya, mirip dengan tanty…
dan tenanglah, anda tidak sendiri ko..
saya sendiri ikut terkupas… :(
btw jadi ingin ngutip kata seseorang nih…
“Kaum Muslim saat ini sebenarnya adalah penganut ajaran Kristen yang paling taat”
sekian..
Tetap saja saya tidak tenang. Tapi mau gimana lagi, sudah terkupas, masa mau ditambal lagi. Perlu disadarkan itu para orang tua yg akan punya bayi, supaya lebih menghargai keutuhan tubuh anaknya. Jangan asal potong/mutilasi hanya berdasarkan mitos.
Btw, anda mulai terlalu sering menyebut “ajaran kristen”. Semoga ini tidak mengarah pada membenci ajaran kristen. Apalagi orang-orang yang memeluk ajarannya. Indonesia ini sedang dipecah belah lho, jangan dijadikan semakin parah.
Salamun alaikum..
kalu udah terkelupas ya ngapain juga ditambal lagi, terima saja dan jadikan pelajaran untuk anak2 kita, kalau mereka mau dikhitan karena keinginan mereka sendiri ya gpp, tapi kalau mengatasnamakan Tuhan, itu baru harus dikoreksi..
saya tidak membenci ajaran Kristen dan juga tidak membenci orang2nya, saya sendiri punya beberapa teman dari Kristen…
sekian..
Siiip lah. Soale kita lagi butuh banget yang namanya kebersamaan dan kerjasama. Informasi sebenar apapun, perlu hati-hati dalam penyampaian, supaya tidak gampang dipelintir jadi sekedar provokasi adu domba. *nasehatin diri sendiri ini*
*masih membayangkan rasanya tidak terkupas*
Uhm…
Perintah khitan itu adanya di Perjanjian Lama, dan PL adalah catatan seputar kehidupan umat Yahudi sebelum kedatangan Isa sebagai background masa kedatangan Yesus.
Jadi bisa disimpulkan bahwa khitan adalah tradisi keagamaan umat Yahudi seperti yang tertulis di Zabur (kitab suci Yahudi) hingga saat ini
Sementara umat kristen tidak menjalankannya lagi sebagaimana yang tertulis di Perjanjian Baru
Semoga bisa menjadi pencerahan
Terimakasih pencerahannya. Sungguh mencerahkan. Tadi sempat browsing beberapa Qur’an, ternyata memang tidak ada perintah sunat.
Uhm lagi…
Saya jadi teringat dengan cara pengobatan BEKAM yang diklaim sebagai cara pengobatan yang disarankan (?) oleh Nabi Muhammad SAW.
Dari pengalaman di masyarakat, teknologi pengobatan seperti ini sering meminta korban karena beberapa faktor seperti tingkat steril, kecakapan sang tabib dan efek yang ditinggalkannya. Bahkan beberapa kejadian di Yogyakarta pernah mengakibatkan kelumpuhan dan akhirnya dirawat di RS akibat pengobatan bekam yang dijalankan disana oleh beberapa tabib.
Semoga ini bisa menjadi perhatian bagi kita semua
Menjual agama, nama Tuhan atau nama Nabi memang salah satu trik jitu untuk membodohi konsumen supaya percaya dan membeli :)
Semoga masyarakat bisa semakin cerdas, tidak lagi menelan begitu saja promosi-promosi ga bener.
Aneh juga ya kita.
Punya anak dijaga jangan sampai terluka.
Kalau jatuh dan terluka, segera diobati dan tidak dibiarkan nangis berlama-lama.
Giliran agak besar sedikit….malah dimutilasi
Demi tradisi, demi agama, sering orang tak mau berpikir lagi. Membabibuta mengikuti apapun yang diwariskan :P Apakah anda termasuk salah satu korban?
ajaran Sunat dalam islam dimulai oleh Nabi muhammad dan nabi muhammad tak pernah belajar injil atau mengikuti anjuran agama lain…beliau mendapat semuanya langsung dari Allah jadi terbebas dr plagiatisme, jika nabi muhammad melakukan plagiat thdp injil tentulah alquran penuh dengan kontradiksi seperti injil.
saya bangga malah disunat. kalo anda tidak mw disunat ya sunah knapa anda ribut.
dlm injil,Yesus juga disunat kan? dalam hadis ada perintah sunat, namanya juga perintah, ya harus dijalankan kecuali dalam kondisi yg tidak memungkinkan misalnya jika disunat kemungkinan menimbulkan gangguan klinis. jika anda tidak ingin disunat ya sudah ga perlu menjelek2kan ttg org yg sunat. saya pernah baca artikel di harian kompas:bahwa kedokteran modern maupun kedorteran China sangat menganjurkan untuk bersunat.
Kalau patokannya hadis, ya wajar anda bangga. Itu hak anda.
Yang saya kritisi (maaf kalau ini dianggap menjelekkan), adalah aksi khitan terhadap bayi-bayi atau anak yang belum cukup dewasa untuk mengambil keputusan sendiri. Maksud saya, biarkan anak-anak memilih, mau ikut hadis dan mengkhitan kelamin mereka, atau ikut Quran dan percaya bahwa tubuh manusia sudah didesain sempurna.
Sekali lagi, ikut hadis atau Quran itu hak kita, yang saya tidak setuju adalah ketika itu dipaksakan pada anak-anak.
buat bu tanty & mas guh
lam kenal.. :D
analisanya hebat banget, saya kagum….
1. saya mo nanya, bu tanti & Mas guh latar belakangnya pendidikannya dari mana?
2. trus, sejauh mana akal bisa membongkar rahasia Qur’an yang seperti disebut tidak ada atau sedikit sekali panduan teknis beribadah, karna umat islam umumnya mengacu pada hadist sebagai panduan teknis?
3. trus metode penelusuran sejarah seperti apa yang dilakukan bu tanti & mas guh?
4. satu contoh, keharaman babi, apabila hal-hal yang menurut penelitian ilmiah telah dapat dihilangkan apakah babi bisa menjadi halal (karna babi tercantum dalam Quran)
5. terakhir, islam yang bener tuh yang gimana?
saya baru masuk islam, jd bingung!!!
tks. :D
Itu bukan analisa Bang, cuma ngomentarin sunat, sambil diam-diam berbagi link yang kalau dibaca, diharapkan bisa membuka wawasan terhadap orang yang merasa kurang Islam hanya karena tititnya belum dikupas.
Tapi gpp sih kalau anda kagum.
Menjawab pertanyaan:
1. Saya tidak punya latar belakang pendidikan apapun yang terkait dengan doktrin pengupasan penis. Saya hanya punya pengalaman pribadi tentang ini, memiliki penis yang sudah terkupas.
2. Saya tidak tahu sejauh mana akal akan membongkar rahasia Qur’an. Yang saya tahu dalam Qur’an ada anjuran menggunakan akal. Ada juga larangan untuk tidak ikut-ikutan pada pendapat mayoritas, juga pada sesuatu yang kita tidak tahu apapun soal itu. Harus berpikir, itu anjuran yang sangat saya suka dari Qur’an.
3. Saya tidak menelusuri sejarah, entah kalau bu Tanti, anda bisa tanyakan langsung pada beliau.
4. Saya tidak tahu apa kaitannya babi dengan sunat. Apakah mereka juga dikupas penisnya?
5. Islam yang benar itu… kalau kata pak ustat ya yang islamnya seperti beliau, yang lain salah, melenceng, sesat bahkan menyesatkan. Dan anehnya, hampir setiap ustat, dari berbagai aliran mengatakan hal yang sama, bahwa dirinya yang paling benar. Memang tak semua, tapi kebanyakan gitu. Mungkin suatu ketika jika anda menjadi ustat (kalau sekarang belum), saya duga anda juga akan punya anggapan seperti itu.
Anda baru masuk Islam? Selamat!!! Saya dengar orang yang baru masuk Islam akan punya kecenderungan untuk jadi fanatik lebih parah daripada yang dilahirkan sebagai Islam. Selamat belajar, selamat berpikir, semoga menemukan kebenaran yang sejati.
Btw… Kira-kira perlu berapa lama ya sebelum anda mencapai tahap dimana anda merasa jadi yang paling benar sendiri, dan menganggap yang lain kafir sesat menyesatkan yang layak diselamatkan atau dibinasakan? Ah, semoga tidak mengarah kesitu.
Salamunalaikum..
maaf mas guh, ijinkan saya ikut nambahin jawaban anda pada poin 2..
sejauh manakah akal bisa membongkar rahasia Al-Qur’an?
pertama, Al-Qur’an bukan Kitab rahasia tapi Kitab yang memberi petunjuk dan pelajaran :
“Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (Qur’an 2:2)
“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran , maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”
(Qur’an 54:17,22,32,40)
lalu, tentang akal, kita justru dianjurkan untuk menggunakan akal kita dan meninggalkan sikap “membebekbuta”, dan malah akal memang diperlukan untuk membaca dan memahami Qur’an :
““Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal. ” (Qur’an 30:28)
“Dan janganlah engkau mendukung apa yang tidak engkau ketahui. Karena engkau bertanggung jawab atas apa yang kamu dengar, lihat, dan pikirkan.” (Qur’an 17:36)
dan mengenai mana “Islam yang benar” :
“Sesungguhnya orang-orang mumin, orang-orang Yahudi, Shabiin (”agama” yang lainnya) dan orang-orang Nasrani, siapa saja yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Qur’an 5:69)
Kebenaran hanya milik Allah, tidak perlulah bingung2 untuk tampak “benar” dimata manusia..
asalkan anda beriman kepada Tuhan yang satu, yakin akan ada hari akhir dimana semua perbuatan kita akan dipertanggungjawabkan, dan memperbanyak berbuat kebajikan di dunia ini, maka tidak perlu takut dan khawatir soal “benar”, ini jaminan untuk seluruh manusia yang mengakui Tuhan, bukan hanya untuk mereka yang berKTPkan “Islam”..
sekian..
Waah, terimakasih.
Silakan berbagi kebijaksanaan tanpa basa-basi minta ijin dulu, ini blog terbuka untuk semua kok. Saya justru merasa beruntung dan terberkahi kalau ada orang-orang yang ngerti ayat seperti anda ikutan bersuara :)
Sekali lagi terimakasih.
heee…sepertinya saya salah, masuk nya pas bab sunat….
saya tidak ada maksud tuk ngomentarin sunat atau mutilasi atau apalah istilahnya,
saya hanya kagum dengan cara berfikir anda, cara berfikir yang lain dari islam yang lain, kalo saya boleh bilang. dan sepertinya mas guh enggan tuk saya kagumi, tp ga masalah….. :D
mengenai pertanyaan2 saya kemaren, pastinya ga bakalan nyambung soalnya mas guh melihat dari sisi “penis” hehehee….. tp ga pa2.
saya juga kesal ama islam yang suka nyalah-nyalahin orang, orang yg ngerasa dirinya paling bener, nganggep orang lain bodoh…baik secara terbuka kaya ustad yang mas guh sebut diatas, ataupun dengan yang sepertinya trtutup padahal jelas sekali nyalahin orang….heheheee…
tapi lepas dari itu jd pingin nanya lg nih, mungkin lebih prinsip dari pada “bab sunat” tadi, mengenai ketuhanan dan kenabian, bagai mana mas guh memandang dua hal tersebut, berdasarkan analisa “menurut akal”, atau coment nya gitu…hehee :D
buat truthse3ker, makasih atas referensinya….
Nabi = Orang yang merasa menerima ‘wahyu’ dari ‘tuhan’. Sedangkan rasul, orang yang menerima wahyu dari tuhan dan karena suatu alasan merasa perlu untuk menyebarkannya pada orang-orang lain. Nah, Mas Angga ini bagi saya bisa jadi sedang berperan sebagai seorang Rasul, sedang menyampaikan petunjuk kepada saya.
Tuhan = Sesuatu yang kepadanya kita sering menuduhkan dan menimpakan apapun yang kita suka. Misalnya ada bencana, lantas kita tuduh Dia sedang memberi cobaan. Atau bagi yang merasa berdosa, menganggapNya sedang menimpakan azab. Tidak hanya tuduhan tanpa bukti, kita juga sering menimpakan harapan-harapan lewat doa-doa.
Hehe, oot sekali membahas itu di posting ini.
Rasanya anda punya wawasan lebih luas dari saya, Bang.. eh, Mas Angga. Tak perlu lah menyamar seperti itu. Gimana kalau ijinkan saya berkunjung balik? Tuliskan alamat blog anda jadi saya bisa membaca sendiri pelajaran dari anda. Atau kalau keberatan, mungkin bisa dibikinkan posting khusus? Kebetulan lama tak update. Atau mau lewat email saja?
Terimakasih sebelumnya.
*bersiap menerima petunjuk*
Guh, seandainya tubuh manusia sudah didesain sempurna. Itu hanya berlaku untuk organ penting & vital, kan?
Karena rambut, kuku, bulu keti & bulu2 kecil lainnya selalu dipotong, digunting bahkan biasanya dihilangkan permanen *waxing* dgn alasan kebersihan, kesehatan bahkan keimanan ;)
Bener ngak sih Sunat itu membuang sedikit kulit dgn sama sekali tidak mengubah bentuk & fungsi utamanya so itu laiknya rambut & kuku dunk, gimana?
Khusus sunat perempuan sih entah dimana segi kebersihan, kesehatan ataw keimanannya :D
Kesempurnaan yang diklaim kitab itu entah apa maksud penulisnya dulu. Tapi tebakan saya sih tidak sebatas pada alat seks saja. Itu termasuk otak yang sanggup kreatif utk membuat segala modifikasi yang dianggap perlu untuk mencapai tujuan2nya. Beberapa saat lagi, mungkin akan ada orang-orang yang ribut halal-haramnya mengganti tubuh dengan mesin/cyborg.
Membandingkan dengan kuku, rambut ketek dan hidung sepertinya tidak fair. Rambut dan kuku tumbuh terus. Sedangkan kulit penis dikupas itu (nyaris) irreversible. Kalau pembandingan seperti itu bisa diterima, kita bisa bikin agama yang menganjurkan mengupas kulit hidung juga dong.
Tentang “Hanya membuang sedikit kulit tanpa mempengaruhi fungsi”, bisa dibaca di link-link yang ada diatas (termasuk link khusus dewasa yang ada di komentar). Dari yang saya baca, pengaruhnya terhadap fungsi akan besar sekali. Tidak sebatas pada syaraf yang terbuang/terganggu. Hilangnya fungsi ‘gliding’ konon membuat penis membutuhkan lebih banyak pelumas dari vagina *ups*, syaraf yang terbuang membuat seks tidak senikmat yang seharusnya, tubuhpun jadi craving for more and more sex. Hihi, kok panjang ya, selengkapnya silakan baca-baca sendiri deh :)
Utk khitan perempuan, mungkin hilangnya/terganggunya fungsi klitoris membuat wanita tidak bisa menikmati seks. Kegelisahan biologisnya kemudian bisa dialihkan untuk hal-hal yang lebih sesuai dengan iman para pemuka agama. Misalnya… istri yang tidak bisa menikmati seks membuatnya penuh kepalsuan saat berhubungan dengan suami, karenanya suami bisa punya alasan untuk kawin lagi, hihi *maksa*
O, itu hasil penelitian langsung di lapangan? berapa persen akurasinya? ngak bisa bedain fungsi ‘itu’ antara yg terkelupas & tidak sih :D
Bukannya kenikmatan itu tidak sekedar berfungsi lancar jaya tapi sangat erat terkait ‘psikologis’ keduabelah pihak, iya kan?
Saya tidak tahu bu. Bisa saja orang-orang yang ngaku ilmuwan itu bohong 100% sampai titik komanya.
Tapi saya suka semangat mereka untuk mencegah pencacatan kelamin pada anak. Kebetulan itu sejalan dengan saya yang merasa bahwa orang tua tidak punya hak untuk mengupasi penis atau mencacat klitoris bayinya hanya demi alasan agama. Makanya link mereka saya jadikan pembenaran.
Tapi ya saya maklum juga, pasti tiap orang punya perasaan dan pembenarannya sendiri. Dan saya juga belum pernah jadi orang tua. Jangan-jangan saat manusia menjadi orang tua, memang jadi begitu nafsu untuk melakukan itu.
Menurut Ibu gimana? Apakah putra-putri Ibu sudah disunati semua?
Sulung, saat bayi blum genap sebulan ditindik ditawari sunat, yg sunat bidan di Borromeus. Berulang-ulang bilang ini cuma menggores sedikit saat saya berkali-kali tanya apa yg akan-sedang-sudah dilakukannya. Hasilnya memang tidak terlihat, tidak ada darah, entahlah.
Tengah, baru genap 5 taon… blum terjadi apa-apa.
Bungsu, cuma tindik bahkan imunisasi berkurang ;)
*ini kayak personal data yaks* :D
Pencacatan kelamin? aduh! serem sebutannya.
Saat ini kami sudah bisa berbicara *ada timbal balik* dgn anak-anak sebelum melakukan sesuatu pada tubuh mereka, walopun seringkali keputusan akhirnya dgn paksaan juga *superior sindrom*… eugh, tapi saya cenderung mengikuti intuisi pada akhirnya ;)