Dulu saya pernah main game jenis RPG. Judulnya Fall Out. Di awal permainan, sebelum mulai menjelajahi dunia penuh petualangan, terlebih dahulu kita harus merancang sebuah karakter yang akan mewakili kita dalam permainan itu.
Kita mulai dengan memilih bakat yang akan dimiliki karakter kita. Bakat itu bisa berupa kekuatan fisik (berguna untuk daya angkut dan daya rusak), kemampuan diplomasi (mendapatkan apapun tanpa kekerasan), kemampuan teknis (memperbaiki peralatan, bobol kunci sampai menjinakkan bom), ketepatan (menembak, melempar, mengarahkan dengan lebih jitu), penyembuh (mengobati dengan lebih baik), sex appeal (daya tarik seks), luck (keberuntungan) dan masih banyak sekali yang lain.
Mirip seperti manusia di awal kehidupannya, dalam game itu tidak dimungkinkan membuat karakter yang sejak awal hebat dalam semua hal. Dengan poin yang terbatas, kita harus memilih, dalam bidang mana saja dia akan berbakat. Tak bisa memilih semua, hanya dua atau tiga bakat saja.
Sepanjang petualangannya, si karakter yang kita mainkan itu akan mendapatkan experience points untuk setiap tantangan yang sudah dia lalui. Dengan itu dia bisa mengembangkan kemampuannya. Terserah kita, apakah XP itu mau dipakai untuk mendapatkan skill baru, atau untuk mengembangkan skill sesuai bakat. Tentunya jika mengembangkan sesuai bakat, makan pertumbuhan skill akan lebih dahsyat dan spesialisasi dalam bidang tertentu itu akan membuat tingkat keberhasilan jauh lebih baik.
Tidak perlu kuatir menjadi lemah dalam hal-hal lain akibat memperjuangkan spesialisasi dalam bidang tertentu, karena dalam permainan ini karakter kita tidak sendirian. Ada karakter-karakter lain yang menemaninya. Dibawah kendali kita, pertumbuhan skill masing-masing karakter bisa diarahkan untuk menjadi sebuah team yang saling melengkapi.
-
Manusia, dalam setiap awal kelahirannya juga membawa bakat-bakat tertentu. Anak yang suka membongkar mainannya, mungkin punya bakat bidang teknis atau penelitian. Yang suka coret-coret, mungkin bakatnya melukis atau mendesain. Yang suka nyanyi, ya mungkin di bidang betot suara. Anak pembantah ngeyelan, mungkin bakatnya diplomasi. Tentunya tak semua potensi bisa dengan mudah dideteksi.
Jika di Fall Out bakat ditentukan oleh kita sendiri pada awal permainan, maka dalam kehidupan nyata bakat-bakat ditentukan oleh…? Bagi yang percaya reinkarnasi, bakat ini timbul sebagai akibat prilaku kita dalam kehidupan sebelumnya. Bagi yang tidak percaya reinkarnasi, cukup menuding Tuhan sebagai biang apapun. Bagi yang tidak percaya keduanya, bisa menganggap semuanya kebetulan saja. Oh, ahli genetik mungkin juga punya penjelasannya sendiri.
Yang jelas, bakat bawaan ini ada. Agar mudah dimaknai lebih luas dari sekedar bakat, sebutlah sebagai potensi. Potensi-potensi yang dimiliki bayi manusia sejak lahir.
- -
Sekarang mulailah kesoktahuan saya tentang weton.
Para bijak jadul leluhur kita itu percaya bahwa dalam alam ini tidak ada yang namanya kebetulan. Semuanya saling terkait dan saling mempengaruhi. Demi meningkatkan kualitas hidup, merekapun berusaha menandai dan memperhitungkan banyak hal. Termasuk dalam menandai potensi apa yang dibawa seorang bayi bersama kehadirannya di dunia.
Dengan penelitian yang entah bagaimana caranya, mereka berhasil menandai apa saja potensi seorang bayi manusia berdasarkan waktu kelahirannya. Salah satunya kita kenal sekarang sebagai weton.
Dengan pengetahuan mereka masa itu, mereka juga memperhitungkan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi jika seorang dengan kombinasi potensi tertentu bekerjasama dengan orang lain yang punya kombinasi potensi berbeda. Kerjasama yang diperhitungkan tentu saja termasuk juga team work yang bernama ‘mahligai pernikahan’.
- – -
Nah, gara-gara weton inilah, sekarang, di luar sana, kawan seorang teman jadi gundah gulana karena pernikahannya terancam gagal gara-gara weton. Mungkin sekarang malah sudah putus dengan pacarnya.
Saya, dengan penuh penghakiman dan tanpa empati, tentu saja dengan ringan mengecap (dalam hati): Cinta yang bisa kandas gara-gara weton, memang pantas masuk tong sampah. Kalau baru membaca ramalan badai saja kapalnya sudah karam, lalu untuk apa ngotot berlayar hah? Hah? HAH?
Beberapa menit setelahnya, saya baru sedikit tersadar. Manusia memang harus responsif, jangan reaktif. Menghadapi tantangan tentu saja petualangan membahagiakan, tapi harus dilakukan dengan menyadari kemampuan diri. Kalau sudah sadar kapalnya rongsok, layarnya penuh lubang pamrih, motornya berbahan bakar nafsu, maka nekat menerjang badai adalah aksi bunuh diri yang keji. Yang masih waras bakal pergi dengan skoci atau loncat keluar cari selamat. Tak perlu lah cari mati bersama si kapten nekat.
Tapi kalau yakin kapalnya kuat, kapten dan seluruh kru sehat wal afiat, boleh lah kita nekat. Petualangan bersama Dia yang tercinta tentu membawa kebahagiaan tersendiri. Kebahagiaan yang mungkin jauh lebih agung dari sekedar kenyamanan bengong di dermaga tua, atau pelayaran-pelayaran mulus yang membosankan.
- – - -
Potensi, bagaimanapun hanya potensi. Seperti bibit. Bisa berkembang menjadi pohon besar yang rindang, angker dan mengerikan. Atau mati karena tempat pertumbuhannya tidak menunjang.
Weton, sejitu dan setepat apapun, yang disajikan hanyalah pembacaan potensi. Jika hidup diibaratkan sebuah perjalanan berbekal GPS, maka weton hanyalah track hasil auto routing dengan kelahiran sebagai titik start. Lha anda sekarang kan sudah berdiri sangat jauh dari titik start. Ubah lagi setting fastest/nearest, ijinkan jalanan tak beraspal, pasang peta terbaru dari navigasi.net, lalu klik recalculate, maka hasil jalur yang disarankan pun bisa berubah.
Track bukan harga mati. Weton bukan harga mati. Takdirpun hanya disebut takdir kalau sudah terjadi. Semua yang masih berupa ramalan, memang benar-benar masih ramalan. Kita yang memilih. Mau memanfaatkannya untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengevaluasi kesiapan diri, atau menggunakannya untuk meningkatkan ketakutan dan menaikkan tensi?
- – - – -
Pernikahan, cinta, atau apapun itu yang anda yakini, kalau memang pantas diperjuangkan, dan menurut anda resikonya sebanding dengan kebahagiaan yang didapatkan, ya silakan dilanjutkan.
Ibu Dewi adalah salah satu contoh pasangan yang sukses walaupun weton tidak cocok dengan suaminya. Mungkin anda yang punya ketakutan akibat weton bisa konsultasi pada beliau, hehe.
Terimakasih sudah membaca blog ini, sudahkah anda tahu apa weton anda?


hehe… kayak mafia wars…
saya sepakat sama yang ini
sekuat apapun kita menolak yang namanya itung itungan weton, toh mau nggak mau, saat kita lahir, nggak kita aja yang lahir kan ya? ada bermacam energi yang saling terkait dengan pengaruhnya masing masing.
Wah, saya belum coba mafia wars, rasanya masih terlalu tua untuk main kayak gituan :p
Iya Siw, banyak hal saling terkait yang mempengaruhi kehidupan kita. Mungkin kita juga saling mempengaruhi.
Wah search di Indowebster nemunya fallout 3, mana 1GB lebih lagi, gak kuat donlotnyah,hahahah
wah iya, kenalan guru saya juga ada yang ributin tanggal pernikahan menurut itungan jawa dan weton tuh, hahahaha
Ga taw deh apa wetonku.
Mending ga taw dari pada pusing.
coba di pantai pembajak mungkin masih ada. Yang ketiga saya juga belum coba, spek pc ga kuwat.
Ada pihak lain meributkan soal weton anggap aja rintangan awal, setelah menjebak diri dalam pernikahan nanti bakal banyak rintangan yg lebih berat :P
Iya boss, ignorance is bliss, hehe.
Ga taw deh apa wetonku.
Mending ga taw dari pada pusing.
coba di pantai pembajak mungkin masih ada. Yang ketiga saya juga belum coba, spek pc ga kuwat.
Ada pihak lain meributkan soal weton anggap aja rintangan awal, setelah menjebak diri dalam pernikahan nanti bakal banyak rintangan yg lebih berat :P
Iya boss, ignorance is bliss, hehe.
yang ngelarang siapa yang menikah siapa. mungkin itu ketakutan yang berlebihan dari pengalaman terdahulu. Weton hanya digunakan sebagai alat pertimbangan saja, bukan dipakai sebagai putusan.
weton…saya ga tau tentang weton atau apakah itu berpengaruh terhadap nasib kita. setiap manusia dilahirkan dengan potensi apapun -kita bisa memilihnya. keahlian yang kita punya tak selalu hanya karena bakat yg ada sejak lahir, tapi krn kita bisa melatihnya agar kita pun menjadi berbakat.
sering ada temen yang bilang 'aku ga bakat nulis (cerpen/ novel)”. padahal sebenarnya klo memang mau, yang perlu dilakukan adalah berlatih maka saya yakin dia pun akan bisa menjadi penulis, ga perlu bergantung berbakat/ tidak di awalnya.
kehidupan kita memang sudah ada yang menentukan, tapi apa yang akan kita dapat adalah sesuai dgn yang kita usahakan. perubahan nasib juga kita sendirilah yang harus mengubahnya.
Ketakutan, hehe. Betapa itu sangat amat mempengaruhi kehidupan kita ya.
Weton yg mempengaruhi nasib, atau nasib yang mempengaruhi weton, atau kelakuan kita yang mempengaruhi keduanya? :)
Saya sangat setuju sama optimisme Mbak min, kita bisa memilih untuk jadi apapun yang kita mau. Kita sendiri yang menentukan.
wah mas bagus juga ini artikel nya,,,
saya juga punya masalah seperti yang ada di artikel mas tersebut..
tapi krna saya percaya sama tuhan,,
saya hiraukan deh yg nama nya weton ” itu…
krna saya yakin cinta tidak di patok kan oleh tanggallan weton…
semua hanya tuhan yg mengatur…..
Senang ada orang-orang berjiwa merdeka seperti anda.
Cinta memang harusnya juga membebaskan, tidak terpasung oleh weton, tidak terpasung oleh pengadilan agama, oleh tradisi, bahkan oleh konsep tentang tuhan sekalipun.
Salam Cinta :)
Weton: jum'at kliwon.
Sejak kapan berlaku ya?
Emang di jawa sejak kapan dikenal hari yang benama jum'at (Friday).
Jum'at itu kan dari arab, sedang orang arab sendiri masih bingung,
sejak kapan ada hari bernama jum'at (Friday)
Itu pertanyaan agak menggelisahkan… Cari jawaban dimana ya?