Bayangkanlah sebuah kekosongan yang maha luas. Luas tanpa batas.
Sudah?
Sekarang, di dalam kekosongan itu, bayangkan sebuah kamar yang memiliki dua pintu.
Pintu yang pertama adalah pintu masuk dan pintu yang satu lagi adalah pintu keluar. Agar lebih mudah, bayangkan posisi pintu itu berseberangan, jika anda berjalan lurus dari pintu masuk menuju pintu keluar, maka anda akan melalui titik tengah ruangan.
Kamar ini, kita sebut saja kamar kehidupan, mewakili kehidupan anda saat ini. Pintu masuk mewakili kelahiran, kejadian yang pernah anda lalui. Sedangkan pintu keluar mewakili kematian, pintu yang suatu saat pasti akan anda masuki.
Berada di dalamnya, kamar kehidupan ini terasa sangat luas. Seperti tanpa batas. Begitu luas hingga tidak seorangpun tahu pasti bagaimana bentuknya. Mungkin kotak, atau mungkin bulat? Semua dindingnya memang tidak teraba, semua sisi ruangan ini seperti tidak akan membatasi anda, kecuali pada bagian pintu. Pintu kelahiran dan pintu kematian.
Melalui pintu kelahiran, anda masuk kedalam ruangan itu. Bergabung dengan orang-orang yang sudah masuk lebih dulu dari anda.
Dalam ruangan ini, seperti semua penghuni lain, anda akan makan minum, ngesex, saling rusuh, saling bersaing, melakukan segala kegiatan dan penciptaan apapun anda bisa. Semua dilakukan sambil bergerak pelan, tapi sangat pasti, menuju pintu yang satunya lagi. Pintu keluar. Pintu kematian.
Setelah beberapa saat menikmati kehidupan dalam kamar itu, pada tahap tertentu manusia mulai bertanya-tanya:
- Ada apa dibalik pintu?
- Ada apa di luar kamar kehidupan ini?
- Apakah sesuatu dibalik kedua pintu itu saling berhubungan?
- Siapa yang bertanggung jawab atas adanya semua itu
Tapi tidak ada yang tahu. Tidak seorangpun.
Karena tak ada yang tahu, maka…
Anda bisa menyatakan bahwa dibalik pintu itu telah menunggu seember telaga penuh siksa, yang diciptakan oleh sapi oranye yang maha ungu, untuk menyiksa siapapun yang dalam hidupnya tidak sesuai dengan lifestyle yang anda promosikan.
Sebenarnya, anda dan siapapun bisa mengarang cerita apapun. Semakin meyakinkan cerita yang anda bual, semakin teliti dalam merekayasa bukti-bukti pendukung, akan semakin banyak manusia yang rela menjadi umat dan mematuhi apapun yang anda perintahkan.
Sebenarnya, sekonyol dan semeragukan apapun cerita anda, tidak ada seorangpun yang bisa membuktikan bahwa anda salah. Benar-salahnya cerita anda baru dapat diketahui setelah orang mengalaminya sendiri. Dan setelah mengalaminya sendiri, besar kemungkinan dia tidak akan mampu kembali untuk memaki-maki anda.
Selama anda tidak terbukti salah, anda bebas untuk merasa jadi yang paling benar sedunia akhirat.
Ancaman sesungguhnya bagi para pengarang cerita berasal dari cerita pengarang lain yang ceritanya lebih bisa diyakini pasar. Cerita yang lebih bisa diterima akan memiliki lebih banyak umat yang bisa dimobilisasi untuk memusnahkan pesaing dengan tuduhan sesat dan menyesatkan.
Gimana, cukup jelas? Ada pertanyaan?
Selamat bersenang-senang.


bagaimana kalo kita bekerjasama Guh?
untuk menciptakan skrip baru yang mungkin lebih super dan canggih dari yang sudah ada sebelumnya?
kan lumayan kalo dalam sejarah hidup siw, jadi dikenal umat manusia di seluruh dunia… mumpung umurku baru 21 tahun lho… makin muda makin bagus kan?
betewe, jangan lupa analisa resikonya Guh… resiko bahwa pembuat skrip sebelumnya yang pastinya bakalan meradang gara2 ada skrip baru yang lebih heboh…
menarik, kapan bisa dimulai? :P
Wah, ngga jadi rahasia lagi dong?
Kalo Mas Dewo termasuk yang tergelisahkan, bisa memilih untuk menganggap ini tetap sebagai rahasia :)
baru saja kemarin, saya dan teman saya mengadakan persekutuan untuk membuktikannya. skenarionya:
aku akan membawakan sekotak donat jiko yang sudah terisi arsenik takaran yang pas: hidup ngga, mati juga belum. setelah beberapa saat sekarat, barulah teman saya ditolong dokter.
dokter yang canggih, yang bisa menggaransi dia bisa hidup kembali. sehingga bisa bercerita, ada apa disana?
nanti hasilnya aku cerita deh
Saya tunggu ceritanya Pak.
Eh, btw, sekalipun dia benar-benar kembali, bagaimana kita bisa percaya kalau dia menceritakan yang sebenarnya? Jangan-jangan dia modifikasi ceritanya demi keuntungan pribadi.
Sayang sekali ndak isa menetap dalem kotak kehidupan ituh selamanya yah….
Saya rasa itulah hal yang paling menggelisahkan. Bagi yang terlanjur nyaman dan berjaya di dalam ruangan, saat terpaksa harus keluar mungkin akan merasa tidak nyaman. Untuk inilah kita perlu mengarang cerita tentang sesuatu yang "kekal" dibalik pintu, atau kalau tidak bisa mengarang sendiri ya kita akan memilih cerita yang paling menyenangkan.
Pertanyaannya, ada ruangan lain tidak? Jangan-jangan sehabis pintu keluar, bukannya keluar malah masuk ruangan baru…
Macem-macem lagi dilakuin di situ, trus keluar lagi. Trus masuk lagi ruangan baru… trus macem-macem lagi..
imajinasi yang menarik, bisa dibikin sedikit lebih dramatis ga?
Bagaimana kalau ada yg bisa menunjukkan cara utk mengetahui afterdeath dan prebirth experience tersebut? Mau, mau, mau?? hihihi
Sepertinya menarik, saya harus menghubungi siapa? Dan harus menyiapkan uang berapa? Harus ketemuan langsung, atau bisa dijelaskan via online?
Gratis kok bro, anda hanya membayar dgn waktu luang (kalau punya) dan kesungguhan hati. Kalau mau yg bayar dan instan (biar kesannya lebih keren hehehe…) boleh juga ke Nathalia Sunaidi, bukan promosi krn yg saya tau di Jakarta hanya dia. Coba search di google dulu utk perkenalan.
Kalau utk yg gratis, boleh YM saya (tapi bukan saya loh yg ngajarin, saya hanya kasih info tempatnya). Tapi yg gratis ga bisa instan loh.
@CY, hm… pakai dihipnotis dulu? Nanti bagaimana saya bisa tahu kalau yang saya alami itu benar2 saya alami, dan bukan buatan orang yang dijejalkan ke dalam pikiran saya pakai hipnotis?
Saya pilih yg gratis dulu deh, sepertinya lebih aman via ym. Tar saya ganggu boss.
Kalo saya sih terserah pilihan sampeyan. Kalo kurang yakin dgn bantuan org lain utk memasuki alam bawah sadar tersebut, Ya harus memilih yg gratis sebab utk yg gratis mmg harus mengandalkan diri sendiri utk memasuki gelombang bheta dari otak. Dan itu memang butuh latihan dan keseriusan, juga harus membuang jauh2 pikiran bhw latihan yg sedang dilakukan adalah sesat / kafir.
Ah, tentu saja saya tak akan menganggapnya kafir, hehe. Trus gimana nih? kapan saya bisa berguru via YM, dah saya add tuh. Sibuk ya?
tangan kanan keseleo bos hehe.., jadi klo online pun menderita sekali mengetik sebelah jari. tapi sdh saya add juga tuh.
cuman.., jgn sebut berguru ah, sebut aja sharing lebih enak.
ah, alergi dengan guru-guruan? Saya tak akan sampai cium kaki segala kok :P Tapi baiklah.. Skrg malah saya yg ga bisa ol YM karena lg gprs only. Max minggu depan saya siap mengganggu lagi :)
ah kata siapa dindingnya ngga keliatan ? Itu kan karena mas Guh udah bilang sebelumnya kita harus membayangkan ruang kosong seluas-luasnya .. trus kita merasa dinding itu jauh sekali .. dipake ilmu kira2 (statistik) bisa ketemu rata-rata jaraknya .. beberapa orang bahkan sering kita dengar sudah tahu kalo udah bersenggolan dengan handel pembuka pintu keluarnya ..
saya memilih untuk mempercayai beberapa informasi tentang sebelum pintu masuk dan sesudah pintu keluar yang sudah ada saja deh .. menurut saya begini bagaimanapun nantinya kita tetap hanya bisa memberi cat pada dinding sebelah dalamnya saja .. bagian luarnya seberapa keraspun upaya untuk ngintip tetap akan menimbulkan tanda tanya.
Dan saya juga ngga percaya kita akan keluar ke kamar lain, om mansup .. apalagi kalo dalam kamar lain itu saya berubah bentuk menjadi binatang misalnya hehehe..
Pak Dr pasti sudah merasakan batasnya ya? :)
Bener banget, karena itulah apapun keyakinan tentang itu tak bisa dihakimi sebagai salah. Hanya akan jadi masalah ketika kita memaksakannya pada pihak lain.
Tadinya saya sempat tertarik untuk bersandar pada keyakinan itu lho, karena bisa menjawab beberapa hal soal keadilan tanpa mengkambinghitamkan tuhan, sampai saya sadar kalau sebenarnya saya juga bisa ngarang cerita sendiri yang sama saja tingkat kebenarannya.
Mas Guh, imajinasiku melayang pd bayang yg Mas ajakkan, ntah senang atau tidak krn pda tahap ksong itu rasanya sulit buatku untuk menakar (abg blng “ya gitu deh” rasanya), asik juga :). Aku antusias utk sharing, krn kolom komen ga direstrik, artinya sy diizinkan. hahha.hmmmmmmmmm
kosong.
mahaluas.
tiba2 kotak kcil.ah rupanya kamar.pintu.pintu, ak mmbyangkan pintu.2 pintu rupanya.skala mendekat sprti lumrahnya kmar ukuranku.hmmm agaknya 2 pntu brsbrangan.oh mmg rupanya pnuntun blg bgtu.
Aku melaju pd kata “pintu masuk” seakan mengabaikan ntah dsbut apa kamar ini dan mwakili apa.
bergegas masuk. sktika dri 'kamar' pd pmhmanku menjadi ruang yg kmudian “sperti” tnpa btas dan imaji kotakpun hangus,sktika pintu ke-2 memudar.jauh tpi aku tau disna ada pintu kluar, ah tidak, aku hnya menduga. tpi ktika diingatkan itu adalah kmatian, dri dugaan mnjdi pasti,lantas pntu itu mndekat,hmmm stidaknya ad batasan ruang ini yg aku tau tpi tidak dg bentuknya.
Lalu “bergabung dg org2 yg sdh masuk lebih dulu” srta merta mnjdikan kkosongan brubah ramai meski sepi, msh glap, seprti pnglihatan mata shabis diterpa silau.terus perlahan mulai gaduh dan berwarna ktika sampel2 aktifitas satu persatu disebutkan.kemudian aku larut.
Lalu ak bertanya-tanya,pintu itu bersndar pd apa?pd smacam dindingkah?prlukah sandaran?adakah dnding yg mmbatasi warnawarni ini dg apa(kekosongan) dibalik pntu lahir itu? dan juga pintu mati itu?
Serta merta imajinasiku kmbali pada state mula yg kosong lalu dihadapkan pd bukan kamar melainkan dinding yg maha luas dg sbuah pintu dan akupun masuk.ruang dg bntuk tak terbayang yg gaduh.setelah masuk barulah aku tau didepan ada pula dinding yg maha luas, juga dengan sebuah pintu. dan kulihat satu persatu org2 yg lbih dlu dari aku di ruangan ini melewatinya. katanya itu pntu kluar, kematian.
ada apakah dibalik pintu kluar itu? bhkan aku lupa akan apa di balik pintu lahir yg diseberang itu? pdahal bkankah aku berasal dari baliknya kmudian masuk. oh ya tadi itu kekosongan. benarkah? atau kekosongan hanya dugaan ku juga? lantas orang2 ini,hewan2 ini,benda2 ini, apakah masuk melalui pintu yg sama denganku?
imajinasiku kembli lg pd state mula ruang maha luas tdk kosong melainkan aku dan orang2 mengantri masuk pada sebuah pintu.
tunggu tunggu.sktika imajinasiku kmbali lgi kepada semula pd kesendirian dlm kkosongan lalu pada dinding maha luas. mungkinkah dinding ini memiliki banyak pintu kelahiran yg jarak satu sama lainnya tak terjangkau penglihatanku? dan ini pintuku. mungkinkah? mungkin? aku menduga-duga. imajinasiku menggila.akalku menciut pada batasnya.
aku termenung.aku menggumam.tak bisa kubayangkan kekosongan itu, kamar itu.
yg pasti aku ada di ruang gaduh ini. kulihat pintu kematian dan org2 yg keluar melewatinya. juga tentunya pintu kelahiran serta org2 yg masuk melaluinya. adakah aku masuk melalui pintu kelahiran itu juga? ketika masuk aku lupa, aku tak merasakan proses masuknya aku. ketika kecil aku hanya mempercayai kisah ibuku. lalu ketika besar barulah aku yakin bhwa aku masuk lwat pintu ini, apalagi stelah melihat org2 yg masuk setelahku.akupun ketergantungan akan kisah org2 yg masuk lbih dulu. jelas bukan aku yg memulai semua ini, andakah? diakah? kitapun ketergantungan kisah yg kemudian ingin kita buktikan. adakah kisah sang pertama benar-benar sampai padaku? bagai anak hilang mencari ibunya, pasti ada kebenaran. ntah ketemu ntah tidak. mencarinya dari kisah ke kisah, cerita ke cerita.berkubang dalam kejujuran dan kebohongan. sanggupkah aku memilahnya? i hope so.
:D sekian mas guh. maap belepotan. yang kita tidak ketahui tentunya bkan hanya ada apa setelah kematian ya mas, tapi juga ada apa sebelum kelahiran.
CMIIW
btw dah telat ya aku baru baca. hehe gpp lah.
Waah, sepertinya visualisasi anda “gila banget” :P
Bener Bang Madra, ada apa dibalik pintu kematian saya beneran belum tahu. Tapi dibalik pintu kelahiran, karena pernah dilewati, saya pikir ya kita harusnya tahu.. Mirip seperti keyakinannya Om CY diatas itu.. tapi mungkin sudah lupa.
Akhirnya ya seperti anda bilang, tentang apa yang ada dibalik pintu, kita “ketergantungan akan kisah org2 yg masuk lbih dulu”, sambil kadang curiga, “adakah kisah sang pertama benar-benar sampai padaku?”, hehe.
Selama komen belum ditutup, selama tulisan/blog belum dihapus, tidak ada kata terlambat bang. Semua komen disini masuk ke mailbox saya juga kok. Semoga berhasil memilah ;)