Pernah menghakimi memandang game Mafiawars di Facebook dengan kacamata yang sok spirituwal? Saya mencobanya dan beginilah hasilnya:
Spesialisasi
Di alam Mafiawars ini pemain harus memilih, mau mengembangkan daya serang, kemampuan bertahan, energi untuk bekerja, atau stamina untuk fight. Mengembangkan semuanya secara seimbang akan membuat jagoan anda jadi karakter yang mediocre, tokoh yang biasa-biasa banget. Selalu ditindas oleh yang lebih kuat, sering gagal menyerang, kurang energi untuk bekerja, dan hanya mampu melakukan sedikit fight setiap kali bermain.
Seperti di dunia yang lebih nyata, kita perlu memiliki spesialisasi untuk hidup senang. Dan dalam memperjuangkan spesialisasi itu, perlu ada sisi-sisi yang dikorbankan.
Uang bisa membeli (hampir) segalanya
Alat-alat bantu seperti baju anti peluru, senjata, kendaraan sampai jimat-jimat ajaib sekali pakai dapat memperkuat anda sekaligus menambal kelemahan anda. Untuk mendapatkannya perlu uang. Dan uang didapat dari merampas, bekerja, atau membelinya dengan uang dari dunia nyata. Sayangnya dalam game ini tak ada cinta.
Dalam hidup memang seperti itu, dengan uang anda bisa membeli semuanya. Mulai dari membeli ikan asin, mengendalikan prilaku pejabat negara, sampai membayar tokoh-tokoh sok spiritual. Anda juga bisa membeli cinta dan kesetiaan dari siapapun yang menjualnya.
Gotong Royong
Dari sisi kekuatan, semakin banyak teman yang memasang aplikasi mafiawars di FB-nya (baik dengan sadar maupun tidak), maka gerombolan anda akan semakin besar hingga maksimal 501. Jika semuanya anda beri peralatan yang terbaik, maka jagoan anda akan cukup kuat untuk menjahati lebih banyak orang.
Jika anda punya teman-teman yang sangat kuat, dan suka membalaskan dendam, anda bisa meminta mereka membunuhi siapapun yang berani menyerang anda. Anda bahkan bisa membuat/bergabung dengan sebuah klan, dimana tokoh-tokoh yang punya daya serang tinggi akan ‘melindungi’ mereka yang hanya punya daya kerja, dengan upeti gift.
Diatas langit, masih ada…
Sekuat apapun anda, selalu ada keparat lain yang berhasil jadi lebih kuat. Anda akan tetap menikmati rasanya dihajar dan dirampok oleh orang yang kadang levelnya tampak lebih rendah dari anda. Penampilan selalu bisa menipu. Mirip di alam nyata, kejutan dari meremehkan orang lain dan kekecewaan dari sia-sianya kesombongan bisa selalu dirasakan dalam game ini.
Pencapaian Semu
Setelah berhasil menaikkan kemampuan sampai bisa membunuh orang yang beberapa hari lalu menghajar anda, atau setelah mendapatkan award tertentu, lalu apa? Setelah sesuatu tercapai, akan selalu ada lagi target berikutnya. Tak pernah berakhir. Sekarang mereka bahkan membuat sebuah kota baru untuk dimainkan. Dan kalau dipikir, semuanya itu untuk apa? Jangan dipikir.
Lha di alam yang sedikit lebih nyata, segala kompetisi, perebutan, menang, kalah, semua kejar mengejar ini untuk apa? Setelah dialami, dirayakan/disesali, lalu? Mati saja? Masuk sejarah hall of fame/shame? Lantas? Ya jangan dipikir. Anggap saja ibadah. :P
Tuhan yang Cuek dan Munafik
Walaupun bertema kejahatan, tuhan-tuhan penyelenggara permainan ini melarang aksi curang. Yang terbukti curang diancam akan disingkirkan dari jagad mereka. Keputusan mereka yang maha kuasa juga tak bisa diganggu gugat.
Sebuah program untuk ‘curang’ dibuat secara opensource, memberi kesempatan bagi tuhan untuk mempelajari cara kerjanya dan membuat antinya. Tapi tuhan yang maha kuwasa disitu membiarkan program itu tetap efektif.
Jadi memang sekedar mengancam-ancam. Sebatas tidak meridhoi. Tapi semua tetap dibiarkan bebas. Kalaupun ada azab, itu akan sangat ‘tebang pilih’ dan berdasarkan laporan umat. Ya, mirip seperti di alam nyata. Kalau ada ketidakpuasan, kita juga bisa mengangkat diri sebagai pengacara Tuhan lalu mengarang berbagai penjelasan macam “ini cobaan” atau “Ini seleksi suci” atau “bayar karma!!” atau apalah dan meyakinkan semua bahwa Tuhan memang maha berkehendak. Bedanya, Tuhan di alam game bisa diketahui rimbanya, ditanya-tanya dan menjawab komplain dengan sekedarnya.
Keterikatan yang menguntungkan
Alam mafiawars dirancang untuk membelengu para pemainnya. Misalnya, pabrik-pabrik tidak bisa otomatis transfer keuntungannya langsung ke rekening bank. Pemain harus selalu login untuk menjual dan mengamankan uangnya di bank. Diciptakan juga berbagai sense of achievement, yang walaupun semu, tapi terasa nikmat. Semua ini membuat para pemain seperti pecandu yang kembali lagi dan lagi. Repeat visit ini tak hanya menaikkan traffic dan membuat slot iklan terjual, kecanduan parah bahkan membuat pemain rela membeli poin demi kepuasan.
Andai belengu ini nanti jadi terlalu besar, mungkin bakal muncul pula para Rasul online yang mengklaim mampu membebaskan umat dari belengu Mafiawars yang ‘fana’ ini. Merayu umat meninggalkan segala kenikmatan semu demi Nirvana kekal yang dipenuhi kenikmatan, pembebasan murni dan kebahagiaan sejati. Tentunya dengan imbalan-imbalan tertentu.
. . .
Hmm.. harusnya masih banyak yang bisa di-otakatikgathuk-an dan dipaksakan gathuk… Tapi waktunya habis.
Terimakasih.
Tanggapan Terbaru